Buntal balon: ikan lezat yang mematikan

Perairan Indonesia memiliki banyak sekali jenis-jenis ikan. Macam dan ragamnya pun unik dan menarik. Salah satunya adalah ikan-ikan dari kelompok tetraodontidae yang mencakup beragam jenis ikan buntal.

Berdasarkan bentuk fisiknya, ikan buntal di Indonesia terdiri dari 3 kelompok, yaitu buntal tanduk, buntal balon dan buntal durian. Masing-masing memiliki memiliki adaptasi yang berbeda-beda untuk hidup di kerasnya dunia bawah laut.

Postingan kali ini akan menguraikan ikan buntal balon, salah satu jenis buntal yang paling umum dan tersebar luas di Indonesia.

Buntal Balon-1-dody94.wordpress.com.

Gambar 1. Tampak Atas Buntal Balon Arothron hispidus.  Sumber: Cakrawala/Zulfikar Affandy.

Deskripsi

Buntal balon Arothron hispidus atau dalam bahasa Inggris disebut White-spotted puffer berukuran sedang. Ikan ini dapat mencapai ukuran panjang 50 cm. Tubuh bagian tas berwarna hitam abu-abu dengan totol-totol putih. Bagian bawahnya berwarna kuning putih dengan motif bergaris abu-abu.

Buntal balon tersebar luas didunia mulai dari Laut Merah, seluruh perairan Nusantara hingga Pasifik Timur. Hidup di perairan dangkal pada kedalaman 0-35 m. Habitat utamanya berupa rataan terumbu, laguna, perairan payau dan kolam.

Buntal Balon-2-dody94.wordpress.com.

Gambar 2. Tampak Samping Buntal Balon Arothron hispidus.  Sumber: Cakrawala/Zulfikar Affandy.

Berbeda dengan ikan laut pada umumnya, makanan Buntal Balon tergolong unik dan tak lazim. Diantaranya adalah koralin algae yang sangat keras, keong, kerang, tunikata, sponge, karang, zoanthid, kepiting, cacaing laut, bintang laut, landak laut dan udang-udangan.

Buntal Balon lebih senang hidup menyendiri (soliter), mencari makan pada malam hari (nocturnal) dan kadang-kadang bersifat agresif karena menjaga wilayahnya dari buntal lain.

Adaptasi

Ikan buntal memiliki beberapa adaptasi untuk menyesuaikan diri di lingkungan laut dangkal. Empat gigi serinya tumbuh besar seperti kelinci atau hewan pengerat. Gigi ini sangat kuat dan tebal, berguna untuk memecah cangkang keong dan menggerus karang.

Gigi atas menyatu menjadi 2 lempeng. Demikian pula dengan gigi bawahnya. Model gigi buntal ini merupakan ciri umum dari suku tetraodontidae (yunani kuno: tetra= empat, odous=gigi).

Buntal Balon-3-dody94.wordpress.com.

Gambar 3. Searah jarum jam. Gigi bawah (kiri atas), lubang insang dan sirip dada (kanan atas),  perut yang menggelembung (kanan bawah) dan bagian ekor (kiri bawah) dari Buntal Balon Arothron hispidus.  Sumber: Cakrawala/Zulfikar Affandy.

Mata ikan buntal berkembang baik. Tidak seperti mata manusia, mata kiri dan kanan ikan buntal mampu bergerak sendiri-sendiri secara bebas. Perut ikan buntal sangat elastis. Ikan ini tidak memiliki sirip perut dan sisik. Namun kulit ikan ini sangat licin jika dipegang karena menghasilkan banyak cairan lender (mucus).

Gerakan renang dari Buntal Balon tergolong lambat. Namun ikan ini memiliki kemampuan maneuver yang tinggi saat bergerak di antara celah-celah terumbu karang. Gerakan renang yang lambat menyebabkan ikan Buntal Balon seringkali menjadi sasaran empuk bagi predator laut yang ganas seperti hiu.

Untuk mempertahankan diri dari serangan pemangsa, ikan Buntal Balon mampu menggelembungkan dirinya menjadi lebih besar seperti balon. Hal ini dilakukan dengan memompa air atau udara sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya ke dalam perut yang sangat elastis.

Air dan udara dipompa melalui mulut dan insang. Perubahan bentuk ikan secara tiba-tiba akan mengejutkan predator yang kemudian akan melepaskan ikan ini.

Buntal Balon-4-dody94.wordpress.com.

Gambar 4. Perut Buntal Balon Arothron hispidus yang menggelembung sempurna.  Tampak pola garis-garis yang jelas pada bagian perutnya. totol-totol putih di punggung dan duri-duri yang halus di sekujur tubuh. Sumber: Cakrawala/Zulfikar Affandy.

Beberapa jenis ikan buntal memiliki kemampuan untuk menyamarkan diri dengan mengubah warna pigmen tubuh seperti bunglon. Namun, sebagian jenis buntal terutama spesies yang beracun memiliki warna tubuh yang cerah (aposematisme).

Dalam kondisi tertentu, ikan Buntal Balon dapat berenang secara tiba-tiba dengan sangat cepat dan dengan arah yang tak terduga. Hal ini dilakukan dengan menggerakkan ekornya ke kiri dan kanan secara cepat.

Jika predator seperti Hiu berhasil menyergap ikan buntal dan menelannya sebelum perut ikan ini menggelembung, maka dijamin Hiu tersebut akan mengalami keracunan bahkan kematian. Sebab bagian hati dan pencernaan Buntal Balon mengandung racun tetrodotoxin yang berbahaya.

Jenis hiu berukuran besar seperti Hiu Macan mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh racun tetrodotoxin, namun racun tersebut diketahui sangat mematikan bagi manusia.

Beberapa peneliti melaporkan adanya kematian hiu yang disebabkan oleh keracunan akibat memangsa ikan buntal balon.  Peneliti lainnya juga pernah melaporkan adanya hiu yang mati tercekik akibat terganjal oleh ikan buntal yang menggelembung di dalam rongga mulutnya. Hiu ini tidak dapat bernapas, akibat pergerakan air dalam mulut dan insangnya terganggu.

Buntal Balon-5-dody94.wordpress.com.

Gambar 5. Berpose bersama Buntal Balon. Sumber: Cakrawala/Zulfikar Affandy.

Orang yang keracunan daging ikan buntal akan mengalami rasa pusing, mual, mati rasa pada bagian bibir dan lidah serta muntah-muntah. Efek selanjutnya adalah badan gemetar, detak jantung sangat cepat, tekanan darah menurun drastis dan rusaknya jaringan otot. Otot diafragma kemudian berhenti, terjadi sesak napas hebat, tidak sadarkan diri (koma) kemudian berakhir dengan kematian.

Pasien yang ditangani secara cepat di rumah sakit dan mampu bertahan hidup dalam 24 jam pertama biasanya akan selamat, namun seringkali harus mengalami koma selama beberapa hari.

Ikan Buntal merupakan salah satu menu makanan yang sangat digemari di Jepang. Di tangan koki profesional yang telah mendapat pendidikan khusus, ikan ini dapat diolah menjadi sup dan sashimi yang lezat. Beberapa orang yang peka akan mengalami sedikit sensasi rasa pusing dan rasa kelu pada bibir, saat memakan sashimi ini. Tidak semua spesies ikan buntal memiliki racun. Diantaranya adalah Takifugu oblongus.

Status Konservasi

Ikan Buntal (Tetraodontidae) mencakup 120 spesies dengan 29 jenis diantaranya hidup di air tawar. Pusat penyebaran ikan ini terletak di daerah tropis terutama Asia Tenggara dengan jumlah sekitar 25 jenis.

Ikan buntal tidak termasuk dalam daftar merah spesies yang terancam punah. Ikan ini juga tidak termasuk dalam daftar CITES dan Lampiran PP No 7 Tahun 1999.

Ucapan Terima Kasih:

Foto-foto dalam tulisan ini diambil saat rekan-rekan dan penulis mengunjungi Karamba Jaring Apung (KJA) milik Balai Riset Budidaya Perikanan Air Payau (BRPBAP-Maros) di Teluk Awerange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penulis mengucapkan terima kasih pada BRPBAP-CCRR-ACIAR, Pak Khairul Amri, Pak Mahatma, Ramadhan, Ilyas, Sayuri, Ikka, Chawa dan lain-lain. Foto-foto karya: Zulfikar Affandy (Ikka-15 Januari 2006).

Referensi :

  • Arreola, V.I., and M.W. Westneat. 1996. Mechanics of propulsion by multiple fins: kinematics of aquatic locomotion in the burrfish (Chilomycterus schoepfi). Proceedings of the Royal Society of London B 263: 1689–1696.
  • Ebert, Klaus (2001): The Puffers of Fresh and Brackish Water, Aqualog, ISBN 3-931702-60-X.
  • Gordon, M.S., Plaut, I., and D. Kim. 1996. How puffers (Teleostei: Tetraodontidae) swim. Journal of Fish Biology 49: 319–328.
  • Plaut, I. and T. Chen. 2003. How small puffers (Teleostei: Tetraodontidae) swim. Ichthyological Research
Dipublikasi di Laut | Tag , , , , | Tinggalkan komentar