Wisata “edutainment” di Pantai Ujung Genteng

Awal Pebruari 2009, penulis berkesempatan mengunjungi Pantai Ujung Genteng, salah satu daerah tujuan wisata yang populer di pesisir selatan Jawa Barat.

Penulis diajak bergabung dengan rekan-rekan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Bogor untuk bersama-sama mengikuti kegiatan Fieldtrip. Lumayan, bisa nambah ilmu sekaligus jalan bareng mahasiswa yang ramah-ramah dan cantik-cantik….hehehe…

Kami menyebut perjalanan ini dengan istilah wisata “edutainment”. Belajar, sambil hepi-hepi. Konon, metode belajar berbasis realita di lapangan ini, sangat efektif digunakan untuk mengenalkan alam dan lingkungan pada generasi muda.

Peta Ujung Genteng-dody94.wordpress.com

Gambar 1. Lokasi Pantai Ujung Genteng. Sumber: Google Earth.

Pantai Ujung Genteng terletak di Desa Kelapa Condong, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya berjarak sekitar 220 km dari Jakarta dan dapat ditempuh selama 6-12 jam, tergantung kondisi lalu lintas, cuaca dan rute yang dipilih.

Perjalanan dari Bogor menuju Ujung Genteng kami tempuh dalam waktu 8 jam dengan kendaraan pribadi. Rute yang kami lalui adalah Bogor-Cibadak-Sukabumi-memutar ke Pelabuhan Ratu-Kiara Dua-Jampang Tengah-Jampang Kulon-Surade hingga tiba di Ujung Genteng.

Lamanya waktu di perjalanan terjadi karena kami harus melalui daerah langganan macet seperti Cicurug dan Cibadak. Selain itu pasar tumpah, jalan yang sempit, menanjak, menurun atau berkelok-kelok juga berkonstribusi terhadap keterlambatan kami tiba di Ujung Genteng. Namun kami tak harus berkecil hati, karena beberapa lokasi yang dilalui menyuguhkan pemandangan yang sangat indah.

rute-ujung-genteng

Gambar 2. Rute ke Ujung Genteng. Sumber: ryancobain.blogspot.com.

Garis Pantai Pelabuhan Ratu yang dikenal angker terlihat begitu indah dari atas bukit Bagbagan. Menjelang kota kecil Kiara Dua, kami melewati perkebunan teh Surangga yang menyejukkan mata. Hamparan bukit berwarna hijau tampak memesona sejauh mata memandang. Di beberapa titik, tegakan pohon Damar Agathis dammara nampak tumbuh lurus dan tinggi.

Menjelang Ujung Genteng, di sisi kiri dan kanan jalan, banyak ditemukan deretan pohon kelapa yang tumbuh subur. Sawah, ladang dan kebun membentuk mozaik lansekap alam yang indah. Penduduk Ujung Genteng umumnya berprofesi sebagai petani, nelayan dan penyadap yang mengolah nira menjadi gula kelapa.

Konon, nama Ujung Genteng berasal dari kata “ujung gunting,” suatu istilah yang digunakan untuk menyebut daerah pesisir di Jawa Barat yang bentuknya seperti gunting dan mengapit Teluk Pelabuhan Ratu. Ujung gunting bagian atas berada di Ujung Kulon. Sedangkan ujung gunting bagian bawah berada di Ujung Genteng.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-11

Gambar 3. Pantai berpasir putih di Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Pantai Ujung Genteng sangat bervariasi. Sebagian lokasi memiliki pantai berpasir putih yang didominasi pecahan karang dengan butiran pasir berukuran besar. Pantai ini sedikit curam dengan hempasan ombak yang besar saat air pasang. Pantai lainnya didominasi oleh batuan vulkanik berwarna hitam.

Di bagian lainnya, terdapat pantai yang landai dengan pasir berbutir halus berwarna putih. Pantai ini terhampar luas dan bersih, berair jernih dengan ombak yang tenang. Jenis pantai ini menjadi favorit bagi sebagian besar pengunjung. Pantai lainnya di Ujung Genteng  juga ada membentuk hamparan luas, namun butiran pasirnya berwarna hitam.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-13

Gambar 4. Salah satu bagian pantai Ujung Genteng yang didominasi batuan vulkanik berwarna hitam. Sumber: dokumentasi pribadi.

Kondisi daerah pesisir di selatan Pulau Jawa memiliki karakteristik yang khas. Daerah perairan sekitar pantai umumnya langsung berhadapan dengan lautan terbuka/samudera. Selain itu, daerah perairan juga bersebelahan dengan palung yang sangat dalam.

Palung ini berasal dari pertemuan lempeng benua Erasia dan Indo-Australia, sehingga sisi daratan yang dekat dengan palung tersebut akan terangkat dan membentuk bukit yang terjal. Akibatnya pantai selatan umumnya memiliki pantai yang sempit dengan ombak yang besar.

Uniknya, Pantai Ujung Genteng ditopang oleh sedikit paparan benua yang melebar dari daratan utama dan membentuk rataan terumbu yang cukup luas. Hal inilah yang menyebabkan pantai Ujung Genteng berkontur landai, berair dangkal dengan ombak yang tenang.

Ombak besar dari Samudera Hindia terhalang oleh beting karang sehingga pecah jauh sebelum mencapai pantai. Energi gelombang pun juga telah banyak berkurang sehingga pantai ini aman untuk dijadikan tempat berenang, snorkelling dan kegiatan wisata lainnya.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-2

Gambar 5. Ombak besar saat pasang di salah satu titik di Pantai Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Beberapa titik di pantai Ujung Genteng memiliki ombak yang besar sehingga menjadi lokasi favorit bagi para peselancar. Turis mancanegara sering dijumpai melancong hingga ke pantai Ujung Genteng. Turis tersebut umumnya datang untuk berselancar (surfing).

Setelah melalui perjalanan selama 8 jam yang melelahkan, kami tiba sore hari dan menginap di salah satu homestay bernama Penginapan Bungsu. Setelah mandi, sholat, makan, dan beristirahat secukupnya, malamnya dilakukan briefing dan pembagian kelompok.

Ibu Dosen selaku penanggung jawab fieldtrip ini kemudian membagi kami menjadi 3 grup berdasarkan jenis kelompok tumbuhan laut yang akan diamati.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-10

Gambar 6. Tempat menginap di Pantai Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Kelompok satu bertugas mengamati jenis-jenis tumbuhan pantai (darat), kelompok dua mengamati spesies alga laut (makroalgae) dan kelompok 3 mengamati Lamun (rumput laut). Masing-masing kelompok didampingi seorang asisten dosen.

Penulis bergabung dengan kelompok alga laut. Selama pengamatan berlangsung, asisten yang mendampingi kami menjelaskan dengan detil setiap spesies yang ditemukan.

Penulis yang sangat awam dengan kehidupan laut pun, akhirnya harus berjuang menerima luapan informasi yang sangat rinci dari asisten. Apalagi harus mendengar dan mencatat nama spesies dalam bahasa latin yang terasa asing dan sulit dieja.

Pernah sekali waktu, asisten yang memeriksa papan sabak, tak mampu menahan tawa dan tergelak-gelak saat membaca nama latin yang tertera di sana. Yah, mau bagaimana lagi… namanya juga belajar hehehe…

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-14

Gambar 7. Vegetasi herba penutup tanah di pantai Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Sebagian hamparan pantai yang luas di Ujung Genteng ditumbuhi oleh vegetasi herba penutup tanah. Diantaranya adalah Kacang Laut Vigna marina dan Tapak Kambing Ipomoea pes-caprae.

Beberapa spesies semak khas pantai juga ditemukan seperti Biduri Calotropis gigantea dan Bakung Crinum asiaticum. Jenis tumbuhan yang lebih besar seperti Pandan dan Ketapang juga ditemukan.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-1

Gambar 8. Jenis-jenis Herba penutup tanah di Pantai Ujung Genteng. Tampak searah jarum jam: Kacang Laut (kiri atas), Tapak Kambing (kanan atas), Bakung Laut (kanan bawah) dan Biduri (kiri bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Dari pengamatan yang telah dilakukan, tercatat sebanyak 30 jenis tumbuhan pantai yang terdiri dari herba, semak, perdu dan pohon. Keseluruhan spesies tumbuhan ini telah beradaptasi untuk hidup di lingkungan laut.

Daun umumnya mengkilap dan kaku serta diselubungi oleh lapisan lilin yang tebal untuk mengurangi penguapan. Sebagian lainnya memiliki kelenjar garam sebagai tempat mengeluarkan kelebihan garam.

Penulis yang bergabung dalam kelompok alga laut (gulma laut), mengikuti asisten dan anggota kelompok lainnya. Spesies alga laut yang kami catat sebanyak 18 jenis yang terbagi menjadi 3 kelas berdasarkan pigmen warna yang dimilikinya, yaitu: 7 spesies alga hijau, 4 spesies alga coklat dan 7 spesies alga merah.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-8

Gambar 9. Jenis Alga yang ditemukan di Pantai Ujung Genteng. Searah Jarum jam: Ulva reticulata (kiri atas), Padina australis (kanan atas), Gracilaria salicornia (kanan bawah) dan Gracilaria fisheri (kiri bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Sebagian besar spesies alga yang kami temukan di Pantai Ujung Genteng merupakan jenis alga yang umum dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia.

Adapun alga hijau yang tercatat selama pengamatan adalah : Chaetomorpha crassa, Chlorodesmis fastigiata, Dictyosphaeria versluysii, Halimeda opuntia, Ulva lactuca, Ulva reticulata dan Valonia fastigiata.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-12

Gambar 10. Spesies Alga Coklat dan Alga Merah yang sangat dominan di Pantai Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Spesies alga coklat yang ditemukan terdiri dari: Colpomenia sinuosa, Hydroclathrus clathrathus, Padina australis dan Turbinaria ornata.

Jenis alga merah yang ditemukan adalah: Acanthophora spicifera, Actinotrichia fragilis, Gelidiella acerosa, Gracilaria fisheri, Gracilaria coronopifolia, Hypnea cervicornis dan Portiera (Chondrococcus) hornemannii.

Salah satu fenomena alam yang unik saat pengamatan di Pantai Ujung Genteng adalah melimpahnya alga merah yang didominasi oleh jenis Gracilaria salicornia. Alga tersebut tumbuh bercampur dengan jenis alga merah lainnya seperti: Acanthophora spicifera, Gelidiella acerosa,  dan Gracilaria fisheri.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-6

Gambar 11. Hamparan Padang Alga sejauh mata memandang. Sumber: dokumentasi pribadi.

Kumpulan beberapa jenis alga merah tersebut tumbuh pada substrat keras berbatu dan membentuk hamparan serupa permadani berwarna kuning kecoklatan yang sangat luas hingga tampak seolah-olah tanpa batas, sejauh mata memandang.

Jenis lamun alias rumput laut (seagrass), yang ditemukan terdiri dari 3 spesies, yaitu: Cymodocea rotundata, Halodule uninervis dan Halophila minor.

Pengamatan penulis menunjukkan bahwa jenis lamun ini sangat mirip bentuknya dengan rumput yang ada di darat. Hanya saja helaian daun lamun lebih pipih dan lebar dibandingkan dengan rumput darat. Lamun ini umumnya tumbuh pada substrat berpasir pada bagian terluar yang dekat dengan beting karang.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-7

Gambar 12. Lamun dari jenis Halodule uninervis yang rebah saat surut di Pantai Ujung Genteng. Lamuan ini tumbuh pada substrat berpasir pada daerah terluar yang dekat dengan beting karang. Sumber: dokumentasi pribadi.

Biota asosiasi yang ditemukan di pantai Ujung Genteng tergolong jenis-jenis umum yang juga tersebar di seluruh Indonesia. Diantaranya adalah keong kecil dengan bermotif cincin Cypraea annulus yang bersimbiosis dengan alga merah Gracilaria salicornia. Jenis lainnya adalah Turbo sp. menjadi ciri khas fauna pantai berbatu.

Di padang lamun ditemukan beberapa jenis teripang. Diantaranya dari spesies Synapta maculata yang memiliki pola warna belang-belang hitam dan putih kecoklatan seperti warna ular laut. Teripang ini sangat rapuh dan jika dipegang terlalu keras, kulitnya mudah robek bahkan putus.

Permukaan tubuh yang penuh dengan kaki tabung menyebabkan kulit teripang ini terasa lengket dan menimbulkan sensasi geli yang sulit ditahan.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-5

Gambar 13. Jenis biota asosiasi yang ditemukan. Searah jarum jam: Teripang Synapta maculata (kiri atas), Teripang Holothuria atra (kanan atas), Keong Cypraea annulus (kanan bawah) dan keong Turbo sp. (kiri bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Jenis teripang lain yang tercatat di Padang lamun adalah Holothuria atra. Teripang hitam ini memiliki kulit yang lebih keras dibandingkan jenis sebelumnya.

Tubuh teripang hitam juga dilengkapi dengan banyak kaki tabung yang akan terasa lengket jika bersentuhan dengan kulit kita. Jika merasa terganggu, teripang ini akan mengeluarkan suatu cairan kental menyerupai sperma berwarna putih susu.

Cairan ini akan segera mengeras dan berbentuk seperti serat-serat benang jika menempel dikulit. Daya rekat serat-serat benang ini cukup kuat dan agak sulit dikelupas. Asisten menjelaskan bahwa cairan tersebut merupakan alat pertahanan diri dari serangan pemangsa atau hewan pengganggu.

Fauna berikutnya adalah landak laut atau bulu babi. Landak laut memiliki duri-duri yang tajam sebagai alat pertahanan diri. Duri-duri ini berpotensi untuk menyakiti atau menimbulkan rasa tidak nyaman bagi manusia sehingga landak laut digolongkan sebagai salah satu biota laut yang berbahaya.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-4

Gambar 14. Jenis-Jenis Landak Laut. Tripneustes gratilla (kiri atas dan kanan bawah), Diadema setosum (kanan atas) dan Echinometra matthaei (kiri bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Tiga spesies landak laut tercatat selama pengamatan. Diantaranya adalah Landak laut hitam berduri panjang yang berbahaya yaitu: Diadema setosum. Jenis ini banyak ditemukan di daerah berpasir, di padang lamun atau di antara celah terumbu karang.

Seringkali, jika tak berhati-hati atau tidak mengenakan alas kaki, orang-orang yang berjalan atau berenang di pantai akan menginjak Landak Laut hitam secara tidak sengaja. Duri-duri yang masuk akan patah dan tertinggal di dalam kulit kaki, menimbulkan rasa nyeri yang parah untuk beberapa saat.

Asisten menjelaskan bahwa cara mengobatinya adalah dengan mengencingi bagian kulit yang tertusuk. Cara lainnya adalah dengan menumbuk sisa duri yang ada di dalam kulit dengan batu sampai hancur. Meskipun sakit, sisa duri ini lama kelamaan akan larut dan terbawa aliran darah.

Jenis Landak Laut lain yang kurang berbahaya adalah Tripneustes gratilla. Spesies ini merupakan herbivor yang memakan daun lamun. Duri-durinya pendek. Namun memiliki kaki tabung yang panjang.

Kaki tabung ini memiliki daya lengket yang kuat sehingga menimbulkan rasa geli jika dipegang. Kaki tabung pada Tripneustes gratilla digunakan untuk menempatkan potongan daun lamun ke seluruh permukaan tubuh untuk menghindari intensitas cahaya matahari yang terlalu tinggi atau untuk menyamarkan diri (kamuflase).

Di Indonesia timur, Landak Laut Tripneustes gratilla sering dipanen untuk diambil gonad telurnya yang mengandung protein tinggi. Di pulau-pulau terpencil, gonad ini menjadi pengganti lauk saat musim ombak besar atau musim sulit mencari ikan.

Jenis landak laut lain yang berukuran kecil dan sering bersembunyi di bawah terumbu karang adalah Echinometra matthaei. Landak ini memiliki duri-duri pendek dan tebal berwarna putih.

Seekor bangkai ikan juga kami temukan di tepi pantai saat pengamatan. Ikan ini termasuk jenis ikan karang yang kemungkinan terdampar akibat ombak yang besar saat pasang.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-9

Gambar 15. Bangkai Ikan yang terdampar di Pantai Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Selain berenang, snorkelling dan selancar, pantai Ujung Genteng dan daerah sekitarnya juga sangat menarik bagi peminat fotografi. Banyak obyek wisata dan lansekap alam yang menarik untuk dipotret.

Diantaranya adalah sawah, perkampungan nelayan, kebun teh Surangga, kebun kelapa, pasar ikan, dermaga, pelabuhan rakyat, cagar alam, air terjun Cikaso, peneluran penyu di Pangumbahan, lokasi surfing Ombak Tujuh hingga Pantai Pelabuhan Ratu.

Ujung Genteng-dody94.wordpress.com-3

Gambar 16. Bersama sahabat menikmati pantai Ujung Genteng. Sumber: dokumentasi pribadi.

Bagi anda yang berencana untuk berlibur atau menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau sahabat, tak ada salahnya jika mengunjungi Pantai Ujung Genteng.

Posted in Wisata | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment