Batu Bacan Batu Impian (1)

Sejak jaman prasejarah, batu-batuan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Coba tengok di dalam rumah, kira-kira barang apa saja yang terbuat dari batu. Cobek yang dipakai membuat sambal di dapur terbuat dari batu, pengasah pisau, pengganjal pintu, dinding dan lantai rumah juga ada yang terbuat dari batu. Bahkan, dalam setiap acara launching pembangunan gedung/perumahan baru, akan ditemukan sebuah sesi yang disebut “peletakan batu pertama”.

Naiknya pamor batu-batuan saat ini semakin memperjelas fakta begitu pentingnya batu bagi kehidupan manusia. Bahkan, sejak zaman dulu sekali, batu-batuan indah dan langka menjadi penghias mahkota raja, simbol kekuasaan dan kejayaan suatu bangsa.

Dalam ritual keagamaan seperti ibadah haji pun, kegiatan melempar jumrah juga menggunakan batu. Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah di  kota Makkah Al-Mukarramah juga adalah sebuah batu. Batu juga menjadi komponen utama dalam pembangunan Candi dan Kuil dari masa ke masa. Saat ini, batu-batuan memiliki kisaran harga yang sangat luas mulai dari beberapa ribu hingga milyaran rupiah.

Bacan-2-dody94.wordpress.com

Gambar 1. Jenis-jenis batu mulia (precious stone). Sumber: cpbracelet.com.

Masyarakat dunia mengenal batu-batuan berharga menjadi 2 kelompok, yaitu: batu mulia (precious) dan batu semi-mulia (semi-precious). Batu-batuan berharga ini merupakan mineral alam pilihan yang jarang ditemukan, memiliki keindahan dan nilai estetika yang tinggi.

Dari sekitar 3.000 jenis mineral di Bumi, hanya terdapat 150-200 yang bisa digolongkan jenis batu mulia atau semi-mulia. Jenis batu-batuan yang tergolong kelompok batu mulia adalah: berlian/intan, safir, rubi dan Zamrud. Batu-batuan ini berbentuk kristal, tembus cahaya, memiliki skala kekerasan Mohs antara 7-10, sulit dipotong atau dibentuk dan jarang ditemukan di alam.

Bacan-1-dody94.wordpress.com

Gambar 2. Jenis-jenis batu Akik (semi-precious stone).

Jenis batu yang tergolong kelompok batu semi-mulia (semi precious), diantaranya adalah Giok, Bacan, Kalimaya, Sungai Dareh, dan Sisik Naga. Batuan jenis ini umumnya memiliki skala kekerasan Mohs di bawah 7. Lebih mudah dipotong dan dibentuk. Ada yang tembus cahaya dan ada yang tidak. Jumlah dan macamnya juga lebih banyak di alam. Masyarakat Indonesia mengenal semua jenis batu semi-mulia ini sebagai Batu Akik atau Gemstone. Jadi intan, safir, rubi dan zamrud tidak termasuk dalam kelompok batu akik.

Mengapa batu mulia jarang ditemukan?. Seperti mineral lainnya, batu mulia terbentuk melalui proses geologi yang rumit dan panjang di dalam perut bumi. Proses ini diawali dengan terbentuknya batuan cair di dalam dapur magma bersuhu lebih dari 1.350⁰ C. Akibat tekanan yang kuat di dalam dapur magma, batuan cair (magma) ini kemudian akan naik menuju selubung atau mantel bumi.

Bacan-3-dody94.wordpress.com

Gambar 3. Dapur magma dan lempeng tektonik bumi. Sumber: Encyclopaedia Britannica (2013).

Di bagian luar mantel bumi, terdapat lapisan kerak bumi yang tersusun dari lempeng-lempeng benua yang saling bertumbukan. Gesekan dan tumbukan antar lempeng ini menghasilkan banyak rekahan-rekahan. Tekanan yang kuat dari dalam, mendorong magma naik lebih jauh ke permukaaan melalui rekahan-rekahan yang terbentuk.

Saat cairan magma yang sangat panas ini naik ke permukaan, batuan dan mineral yang dilewati akan larut dan mencair. Tekanan dan suhu yang sangat tinggi menyebabkan berubahnya karakter dan sifat batuan yang baru mencair. Karbon anorganik yang terkandung dalam tanah akan berubah menjadi kristal-kristal intan.

Intan yang menjadi perhiasan saat ini, terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun. Erupsi magma yang terjadi di bawah gunung berapi, membawa kristal-kristal intan ini naik ke permukaan. Saat magma naik, akan terbentuk pipa Kymberlite sebagai jalur menuju kawah gunung berapi. Pada pipa Kymberlite inilah, banyak ditemukan kristal-kristal intan yang menjadi incaran para penambang batu mulia.

Bacan-4-dody94.wordpress.com

Gambar 4. Bagian-bagian gunung berapi. Sumber: sites.google.com.

Berbeda dengan intan, batu akik terbentuk saat larutan magma semakin mendingin seiring semakin dekatnya permukaan bumi. Sambil bergerak ke atas, magma dengan suhu sekitar  300⁰ C ini akan mengisi rekahan dan pori-pori batuan, bahkan mengisi fosil-fosil hewan dan tumbuhan hingga membatu. Magma yang berada dekat permukaan ini umumnya mengandung material terlarut yang didominasi oleh silika.

Saat dapur magma mendingin, magma yang naik ke permukaan akan terhenti. Gunung berapi pun menjadi dorman atau mati. Dalam waktu yang lama, gunung akan mengalami erosi oleh cuaca, angin dan air hujan.

Akibat erosi dan pencucian tanah, batu mulia dan batu akik yang terbentuk pun akan tersingkap ke permukaan. Batu-batu ini kemudian ikut terbawa aliran air menuju sungai. Itulah sebabnya mengapa intan di Martapura, Kalimantan Selatan, banyak di dulang dari sungai-sungai. Terjawab pula, mengapa batu akik di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat banyak ditemukan di Sungai Dareh.

Dipublikasi di Kebumian | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar