Sempidan: ayam hutan berparas indah (2)

Sempidan adalah kelompok burung berukuran besar dari keluarga Phasianidae. Burung ini hidup di habitat hutan primer yang jarang terjamah manusia. Sering ditemukan menjelajah dan mengorek serasah daun yang jatuh di dasar hutan untuk mencari makan. Makanannya terdiri dari buah-buahan yang jatuh, larva, serangga, cacing dan hewan invertebrata kecil lainnya.

Bentuk tubuh Sempidan seperti campuran antara ayam dan pheasant sehingga sering disebut gallopheasant. Panjang tubuh berkisar antara 40-90 cm atau seukuran ayam Kalkun. Jantan umumnya berbulu panjang dan berparas indah, memiliki ornamen berwarna menyolok di sekitar muka yang akan mengembang saat musim berbiak.

Betina berwarna coklat suram yang berguna untuk menyamar saat mengerami telur di sarang yang terletak di atas tanah. Sempidan mampu berlari cepat untuk menghindari pemangsa. Burung besar ini juga mampu terbang rendah dalam jarak yang dekat.

Sempidan tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara dengan jumlah total sebanyak 11 spesies. Enam jenis diantaranya ada di Indonesia. Semuanya berada dalam satu marga yang disebut Lophura. Uniknya, jenis-jenis Sempidan Indonesia ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan (termasuk Brunei, Sabah dan Serawak).

Demi kenyamanan pembaca, maka postingan ini kami bagi menjadi dua. Bagian pertama mencakup jenis-jenis Sempidan yang ada di Indonesia dan bagian kedua memuat jenis-jenis Sempidan dari negara lainnya.  Selamat membaca.

Sempidan Siam (Lophura diardi)

Sempidan Siam atau Siamese Pheasant tersebar luas di beberapa negara seperti  Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam dan Kamboja. Pejantan berukuran hingga 80 cm, didominasi warna abu-abu terang dengan kulit muka merah terang.

Ekor abu-abu panjang melengkung. Kaki berwarna merah. Beberapa helai jambul hitam bertangkai terlihat anggun menghias kepala. Betina berwarna coklat dengan ukuran hingga 60 cm. Sayap dan ekor hitam dengan kombinasi garis putih tipis.

Habitat yang disukai Sempidan Siam berupa hutan terbuka, semak, perdu dan hutan bambu di dataran rendah hingga ketinggian 500 m-800 m. Burung ini juga kerap ditemukan di tepi jalan setapak di sepanjang hutan. Menjelajah dalam kelompok kecil dengan satu pejantan dan beberapa betina.

Lophura diardi-dody94.wordpress.com

Gambar 1. Sempidan Siam. Sumber:birdsthatfart.com, flickr.com, ibc.lynxeds.com.

Populasi Sempidan Siam mulai menurun akibat konversi habitat dan perburuan. Burung ini umumnya ditangkap menggunakan jerat untuk dimakan atau dijual sebagai satwa peliharaan. Oleh IUCN, burung ini dikategorikan masih beresiko rendah untuk punah (Least Concern) karena daerah sebaran yang luas dan populasinya yang masih cukup banyak. Burung ini juga menjadi salah satu burung nasional Thailand.

Sempidan Vietnam/Edward (Lophura edwardsi).

Sempidan Edward arau Edward’s Pheasant berukuran sedang. Jantan memiliki panjang 65 cm dan betina 58 cm. Sebagian besar tubuh didominasi warna hitam dengan ornamen garis bergelombang berwarna biru muda yang indah di sekitar sayap dan punggung. Kulit muka berwarna merah terang dengan jambul pendek berwarna putih. Kaki berwarna merah. Betina memiliki ciri serupa, dengan tubuh didominasi warna coklat gelap.

Sempidan Vietnam Lophura hatinhensis memiliki ciri yang sangat mirip dengan Sempidan Edward. Perbedaannya hanya terletak pada beberapa helai bulu ekor berwarna putih yang terletak di bagian atas. Baru-baru ini, Sempidan Vietnam diputuskan sebagai sub-spesies dari Sempidan Edward sehingga kedua jenis tersebut disatukan ke dalam satu spesies dengan nama Lophura edwardsi. Populasi dan daerah sebaran  Lophura hatinhensis ini sangat kecil dan terbatas.

Lophura edwardsi-dody94.wordpress.com

Gambar 2. Sempidan Edward/Lophura edwardsi (kiri kanan atas). Sempidan Vietnam/Lophura hatinhensis (kiri dan kanan bawah). Sumber arkive.org.

Jenis burung besar lain yang ditemukan di Vietnam adalah Sempidan Kaisar atau Imperial Pheasant Lophura x imperialis. Burung ini lebih besar dibandingkan Sempidan Edward dengan ukuran hingga 75 cm. Seluruh tubuh berwarna hitam dengan campuran warna coklat dan biru glossy yang indah dibagian dada dan punggung.

Di awal penemuannya, burung ini banyak menimbulkan tanda tanya dikalangan para ahli. Namun, hasil riset terakhir menunjukkan bahwa Sempidan Kaisar merupakan burung hybrid hasil persilangan alami antara Sempidan Edward dengan Sempidan Perak Lophura nycthemera var. annamensis yang juga banyak ditemukan di Vietnam. Populasi alami burung hybrid ini tergolong sangat langka.

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERAGambar 3. Sempidan Kaisar Lophura x imperialis hasil persilangan alami antara Sempidan Edward dan Sempidan Perak. Sumber: tragopan.pl.

Sempidan Edward termasuk burung endemik Vietnam yang sangat langka. Burung ini hanya dapat ditemukan di Vietnam tengah dengan populasi antara 50-300 individu. Habitatnya berupa hutan yang didominasi oleh semak dan liana yang sangat lebat di perbukitan.

Populasi Sempidan Edward terus menurun akibat perburuan dan alih fungsi hutan. Burung ini adalah Sempidan paling langka di dunia. Oleh IUCN, burung ini dikategorikan kritis (critically endangered) atau sangat terancam punah waktu dekat.

Sempidan Kalij (Lophura leucomelanos)

Sempidan Kalij Lophura leucomelanos memiliki daerah sebaran yang luas. Burung ini mulai tersebar dari India, Bhutan, Nepal, Myanmar hingga Thailand. Tubuh berukuran besar. Jantan 63-74 cm dan betina 60-70 cm. Habitat berupa hutan dan semak perdu yang lebat di sekitar kaki pegunungan Himalaya.

Burung jantan berwarna glossy biru kehitaman dan keabu-abuan, Bagian dada dan perut kadang bercoret putih. Kombinasi warna bulu tubuh sangat bervariasi sesuai dengan subspesiesnya. Burung betina didominasi warna coklat. Kulit muka berwarna merah dengan kaki abu-abu.

Lophura leucomelanos-dody94.wordpress.com

Gambar 4. Beberapa varian Sempidan Kalij. Sumber: flickr.com, beautyofbirds.com, ibc.lynxeds.com.

Sempidan Kalij dibagi menjadi sembilan subspesies yaitu: hamiltoni (Himalaya Barat), leucomelanos (Nepal), melanota (India dan Bhutan Barat), moffitti (Myanmar Tengah), lanthami (India utara dan Myanmar), williamsi (Myanmar Barat), oatesi (Myanmar Selatan), crawfurdi (Myanmar Selatan hingga Semenanjung Thailand), lineata (Thailand Barat).

Berdasarkan luasnya habitat dan populasi yang cukup umum menyebabkan IUCN mengkategorikan Sempidan Kalij beresiko rendah (Least Concern) untuk punah dalam waktu dekat. Populasi burung ini cenderung menurun akibat rusaknya habitat dan perburuan.

Sempidan Perak (Lophura nycthemera)

Sempidan Perak Lophura nycthemera (Silver Pheasant) adalah burung sempidan terbesar. Jantan berukuran 90-125 cm dan betina 55-90 cm. Daerah sebaran burung ini juga paling luas dibandingkan dengan jenis sempidan lainnya. Burung ini tersebar di mulai dari Myanmar, China Selatan dan Timur, Thailand hingga Vietnam. Tubuh didominasi warna hitam dan putih dengan permukaan bulu berhiaskan pola-pola yang rumit. Kulit muka merah dengan jambul hitam dan kaki merah. Betina berwarna coklat.

Sempidan Perak berkerabat dekat dengan Sempidan Kalij dan keduanya diketahui memiliki kemampuan untuk kawin silang. Taksonomi untuk kategori subspecies dari Sempidan Perak masih cukup membingungkan karena banyaknya variasi warna dari masing-masing daerah yang menjadi habitatnya. Burung di daerah utara (China) umumnya berukuran lebih besar.

Lophura nycthemera-dody94.wordpress.com

Gambar 5. Sempidan Perak. Sumber: uniprot.org.

Saat ini, Sempidan Perak dibagi menjadi 15 subspesies, yaitu: occidentalis (China tengah dan Myanmar Barat daya), rufipes (Myanmar Utara), ripponi (Myanmar Utara), jonesi (Myanmar Utara, China barat daya hingga Thailand tengah), omeiensis (Sichuan selatan), rongjiangensis (Guizhou), beuileui (Laos dan Vietnam Utara), nycthemera (China Selatan dan Vietnam Utara), whiteheadi (Hainan), fokiensis (Fokien), berliozi (Vietnam Tengah), beli (Vietnam Tengah), engelbachi (Laos Selatan), lewisi (Kamboja dan Thailand Selatan), annamensis (pegunungan Vietnam Selatan).

Sempidan Perak memiliki populasi yang cukup melimpah dan banyak ditemukan di kebun binatang. Burung ini juga popular sebagai hewan peliharaan di taman-taman terutama di Hawaii dan daratan Amerika Serikat. Burung ini juga masih mudah ditemukan di habitat alaminya. Berdasarkan hal tersebut, IUCN mengkategorikan burung ini sebagai satwa yang beresiko rendah untuk punah (Least Concern). Populasi cenderung menurun akibat rusaknya habitat dan perburuan.

Sempidan Formosa (Lophura swinhoii)

Sempidan Formosa adalah burung endemik Taiwan. Sebagian besar populasinya ditemukan di daerah pegunungan tengah yang menjadi bagian dari Taman Nasional yang dilindungi, Elevasi di daerah ini dapat mencapai 2300 meter dpl. Sempidan Formosa adalah salah satu sempidan yang paling indah dan atraktif.

Jantan berukuran sekitar 80-90 cm dengan tubuh didominasi warna hitam kebiruan, terutama dibagian dada dan tunggir. Sayap berwarna coklat, sebagian hitam bergaris hijau kebiruan. Punggung berwarna putih. Kulit muka berwarna merah dengan jambul putih. Ekor panjang dengan dua warna. Bagian atas berwarna putih dan bagian bawah berwarna hitam. Kaki berwarna merah dengan taji meruncing yang tajam. Betina kecoklatan berukuran 50-60 cm, bertotol kuning dengan warna dada merah karat.

Lophura swinhoii-dody94.wordpress.com

Gambar 6. Sempidan Formosa. Sumber: flickr.com

Makanan Sempidan Formosa berupa biji-bijian, buah-buahan, serangga dan hewan kecil lainnya. Burung betina diketahui bertelur sebanyak 2-6 butir. Telur ini dierami selama 25-28 hari. Anak burung akan meninggalkan sarang dan mengikuti induknya setelah 2-3 hari. Populasi Sempidan Formosa diperkirakan sebesar 10.000 individu. Daerah sebaran yang terbatas menyebabkan IUCN menetapkan kategori hampir terancam (Near Threatened) untuk Sempidan terindah ini.

Referensi:

  1. Birdlife.org.  http://www.birdlife.org/datazone/species/factsheet
  2. del Hoyo, J.; Collar, N. J.; Christie, D. A.; Elliott, A.; Fishpool, L. D. C. 2014. HBW and BirdLife International Illustrated Checklist of the Birds of the World. Barcelona, Spain and Cambridge UK: Lynx Edicions and BirdLife International.
Dipublikasi di Fauna | Tag , , , , , ,