Ayam-ayam terbesar di dunia

Pada postingan ini Cakrawala akan berbagi info tentang varietas ayam terbesar di dunia. Ayam yang ada dalam daftar ini dipilih berdasarkan kriteria postur tubuh, bobot badan, keunikan dan perannya sebagai indukan utama  bagi varietas ayam lainnya. Selamat membaca :-)

1. Sussex

Sussex dikenal sebagai varietas ayam tertua dan paling populer di Inggris. Ayam ini diperkirakan masuk ke Inggris saat kerajaan Romawi menginvasi kepulauan tersebut pada tahun 43 Masehi. Ayam Sussex berukuran cukup besar. Tubuhnya gempal seperti ayam dari kelompok mongoloid (oriental) pada umumnya. Berat jantan mencapai 4,1 kg dan betina 3,2 kg. Ayam ini memiliki beberapa varian warna seperti: merah, merah bata (buff), kuning (light), perak dan totol (speckled). Warna putih sangat jarang ditemukan. Sussex-dody94.wordpress.com Gambar 1. Ayam Sussex. Sumber:omlet.co.uk.

Ayam Sussex termasuk ayam dwiguna yang dibudidayakan sebagai ayam pedaging dan petelur. Seekor betina mampu menghasilkan antara 180-320 butir telur per tahun. Ayam berwarna terang seperti kuning dan putih menghasilkan telur lebih banyak dibandingkan dengan ayam lainnya.

Sussex cukup jinak, mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan dan cukup tangguh. Ayam ini sangat menyukai pekarangan terbuka yang luas dan banyak ditumbuhi rumput. Ayam Sussex sering digunakan sebagai ayam kontes (show).

2. Orpington

Ayam Orpington berasal dari kota Orpington di wilayah Kent, Inggris Tenggara. Ras ayam ini pertama kali “diciptakan” oleh William Cook pada tahun 1886 dengan menyilangkan varietas ayam Minorca, Langshan dan Plymouth rock. Ayam ini awalnya didominasi oleh warna hitam. Namun seiring waktu warna lain seperti merah bata, putih, merah dan loreng juga bermunculan.

Orpington-dody94.wordpress.com

Gambar 2. Ayam Orpington. Sumber: backyardchickens.com; feathersite.com

Orpington tergolong ras mongoloid yang memiliki postur besar dan bulat, dada lebar, kepala kecil dengan jengger bilah yang kecil pula. Berat jantan dapat mencapai 4,5 kg. Sedangkan betina 3,6 kg. Ayam ini dibudidaya sebagai ayam pedaging dan petelur. Orpington sangat produktif dengan jumlah telur berkisar antara 175-200 butir pertahun. Ayam ini bahkan pernah tercatat bertelur hingga 340 butir per tahun.

3. Australorps

Australorp adalah varietas ayam yang mulai dikembangkan di Australia pada tahun 1890-1900. Indukan utamanya adalah ayam Orpington yang berasal dari koleksi ayam milik William Cook dan Joseph Partington di Inggris. Ayam Orpington ini kemudian disilangkan dengan varietas Rhode Island Red (RIR) untuk memperoleh turunan ayam petelur dengan produktifitas yang tinggi.

Untuk meningkatkan produktifitas telurnya, turunan ayam Orpington dan RIR kemudian disilangkan dengan beberapa varietas ayam petelur unggulan lainnya seperti Minorca, White Leghorn, Langshan dan Plymouth Rock. Turunan yang dihasilkan kemudian disilangkan kembali dengan Orpington agar diperoleh generasi dengan tampilan yang seragam dan stabil. Hasil persilangan peternak lokal ini kemudian dikenal sebagai Australian Black Orpingtons yang disingkat Australorps.

Usaha persilangan tersebut membuahkan hasil yang luar biasa. Australorps kemudian menjadi pemegang rekor sebagai ayam petelur paling produktif di dunia. Dalam setahun yang terdiri dari 365 hari, seekor betina Australorps mampu bertelur sebanyak 364 butir. Dengan demikian, betina Australorps dapat bertelur nyaris setiap hari. Bandingkan dengan tetuanya Orpington yang hanya menghasilkan maksimal 340 butir telur, Rhode Island (312 butir) dan White Leghorn (320 butir telur) per tahun.

Australorp-dody94.wordpress.com

Gambar 3. Ayam Australorps. Sumber: backyardchickens.com

Ayam Australorps berukuran cukup besar. Posturnya menyerupai ayam Orpington, namun lebih ramping. Ayam ini umumnya berwarna hitam dengan kepala sedang dan jengger berbentuk bilah berukuran sedang. Ayam dengan warna lain seperti putih, merah bata, abu-abu, totol dan kombinasi warna lainnya juga ditemukan. Berat pejantan 4,7 kg. Sedangkan bobot betina 4,2 kg.

Betina Australorps juga dikenal sebagai pengeram dan induk yang baik sehingga juga berpotensi dijadikan ayam hias di pekarangan. Bobot yang besar juga memungkinkan ayam ini dijadikan sebagai ayam pedaging. Berbagai kelebihan ini membuat ayam Australorp dianggap sebagai salah satu ayam ras terbaik yang pernah ada di dunia.

4. Croad Langshan

Croad Langshan termasuk salah satu varietas ayam tertua di China.  Ayam ini berpostur tinggi besar berbentuk U dengan bobot 5 kg pada jantan dan 3,5 kg pada betina.

Langshan sejatinya merupakan nama sebuah distrik kecil di sekitar sungai Yang Tse dimana Major F.T Croad mendapatkan beberapa pasang ayam ini dan kemudian mengirimnya ke Inggris pada tahun 1872. Oleh keponakan perempuannya, A.C. Croad , ayam asal distrik langshan ini terus dipelihara dan dikembangkan hingga akhirnya berkembang luas ke seluruh dunia.

Croad Langshan-dody94.wordpress.com

Gambar 4. Ayam Croad Langshan. Sumber: backyardchickens.com

Ayam ini memiliki peran yang sangat penting dalam dunia peternakan karena menjadi salah satu indukan dari banyak varietas ayam seperti: Barnevelders, Orpington, Marans, Jersey Giant dan lain-lain. Warna hitam pada ayam Croad Langshan mirip warna bulu ayam Sumatra yang dilengkapi warna hijau mengkilap saat diterpa matahari. Croad Langshan memiliki kepala kecil dengan jengger bilah berukuran sedang.

Varian Croad Langshan yang dikenal ada 3 jenis yaitu: hitam, putih dan abu-abu. Ayam ini bersifat jinak dan mudah beradaptasi. yam ini dibudidayakan sebagai ayam petelur dengan produksi telur antara 140-150 butir per tahun. Meskipun produksi telur tidak terlalu tinggi, ayam ini berpotensi dikembangkan juga sebagai ayam pedaging karena tekstur dan rasa dagingnya dinilai sangat baik.

5. Pelung

Ayam Pelung adalah galur ayam lokal asli dengan ukuran tubuh paling besar di Indonesia. Ayam ini berasal dari desa Bumi Kasih, Jambu Dipa, Songgom dan Tegal Lega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ayam Pelung mulai dikenal masyarakat  Cianjur  sejak tahun 1850-an.

Konon, ayam ini pertamakali dipelihara oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih alias Mama Acih (Alm). Ayam Pelung memiliki postur tubuh yang tinggi besar hingga 60 cm. Kepala, jengger bilah, pial dan lehernya sangat besar. Dibandingkan dengan ukuran jengger dari ras lainnya, rata-rata ukuran jengger ayam pelung mungkin termasuk yang terbesar di dunia.

Tubuh ayam pelung berukuran cukup besar dengan kaki jenjang. Warna sangat bervariasi mulai dari kuning wido, hitam, putih, burik, merah bata dan warna lainnya. Namun, warna utama pejantan Pelung adalah merah dengan dasar hitam. Bobot rata-rata pejantan Ayam Pelung sekitar 4-5 kg. Bahkan dimasa lalu dapat mencapai 6-7 kg. Sedangkan bobot rata-rata betina berkisar antara 3-4 kg.

Ayam Pelung-dody94.wordpress.com Gambar 5. Ayam Pelung. Sumber: backyardchickens.com

Meskipun berukuran besar, Pelung tidak cocok dijadikan sebagai ayam laga. Jengger, pial dan lehernya terlalu besar sehingga dapat menjadi sasaran empuk patukan dan pukulan dari ayam lawan. Ayam Pelung juga kurang agresif dan mudah lelah. Pertulangan kakinya juga tak sebesar dan sekokoh ayam laga. Pelung juga kurang cocok dijadikan ayam petelur karena hanya menghasilkan 70 butir telur per tahun.

Pelung memiliki beberapa kelebihan. Suara kokoknya mengalun panjang dan indah. Pertumbuhannya juga sangat pesat sehingga ayam ini berpotensi menjadi kandidat yang sangat baik untuk menjadi indukan silang dalam membentuk ras ayam pedaging yang rasanya sesuai selera lidah orang Indonesia.

Saat ini, harga jual ayam Pelung sebagai ayam hias atau ayam kontes cukup tinggi, sehingga masyarakat lebih memilih untuk membudidayakan ayam ini sebagai ayam hias atau ayam kontes dibandingkan dengan menjadikannya sebagai ayam pedaging. Kelebihan sifat genetik ayam pelung yang bertubuh besar dan tumbuh cepat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ayam lokal lainnya.

Hal ini disadari oleh masyarakat Sukabumi yang menyilangkan ayam pelung jantan dengan ayam kampung agar bobot ayam kampung setempat meningkat. Ayam hasil silangan Pelung dan ayam kampung memiliki daging yang lebih tebal pada bagian dada dan paha. Namun tekstur dan cita rasanya tidak berubah dan sama seperti daging ayam kampung pada umumnya sehingga cukup digemari konsumen. Oleh masyarakat Sukabumi, ayam silangan ini disebut ayam Nagrak.

6. Cochin

Ayam Cochin berasal dari China dan diekspor ke Amerika Serikat dan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Ayam ini berukuran cukup besar dengan bobot jantan 5 kg dan betina 4 kg. Sebagaimana rasa yam mongoloid pada umumnya, Cochin memiliki postur besar membulat dengan kepala kecil berjengger bilah. Bulu-bulu tumbuh sangat lebat hingga menutupi seluruh kakinya.

Cochin-xxx

Gambar 6. Ayam Cochin. Sumber: backyardchickens.com.

Di masa lalu ayam Cochin dipelihara sebagai ayam pedaging danpetelur. Kini ayam ini lebih banyak dipelihara di pekarangan sebagai ayam hias atau ayam kontes. Pembawaannya yang kalem membuat ayam ini sangat disukai penggemar. Seringkali ayam Chochin yang jinak ini dipelihara bercampur dengan varietas ayam lain yang berukuran lebih kecil di pekarangan rumah.

7. Brahma

Brahma termasuk salah satu varietas ayam terbesar di dunia. Ayam ini dikenal pertama kali di Amerika Serikat. Nenek moyang ayam Brahma pertamakali diimpor dari pelabuhan Shanghai di China pada abad ke-19. Salah satu nenek moyang ayam ini dikenal dengan sebutan Grey Chittagong (Bangladesh). Namun kini terungkap bahwa nenek moyang ayam ini berasal dari sekitar sungai Brahma putra di India.

Brahma-1-dody94.wordpress.com

Gambar 7. Ayam Brahma. Sumber: backyardchickens.com.

Ayam Brahma memiliki postur yang besar, tinggi dan tegap. Kepala berukuran besar dengan jengger berbentuk pea. Berat rata-rata jantan mencapai 5,5 kg dan betina 4,3 kg. Kaki Brahma ditumbuhi bulu yang cukup lebat.  Ayam ini memiliki varian warna hitam, merah bata (buff) dan putih kuning (light). Brahma dipelihara sebagai ayam pedaging, petelur dan ayam kontes.

Brahma-2-dody94.wordpress.com

Gambar 8. Ayam Brahma. Sumber: backyardchickens.com.

Little John, seekor ayam asal Inggris dengan tinggi 66 cm yang diklaim sebagai ayam terbesar di dunia, termasuk varietas Brahma.

8. Jersey Giant

Jersey Giant adalah salah satu varietas ayam terbesar di dunia. Ayam ini pertamakali muncul di New Jersey Amerika Serikat pada abad 19. Jersey Giant pertamakali dibudidayakan oleh John dan Thomas Black dengan menyilangkan varietas ayam berukuran besar seperti Black Java, Black langshan dan Black Brahma.

Tujuannya adalah untuk menciptakan ayam pedaging berukuran besar yang dapat menggantikan ayam Kalkun. Ayam Jersey Giant berukuran sangat besar. Rata-rata jantan memiliki bobot 6 kg dan betina 4,5 kg. Umumnyaberwarna hitam. Namun warna putih dan abu-abu juga ditemukan. Telur berwarna coklat yang sangat besar dibandingkan dengan telur ayam ras lainnya.

Jersey Giant-dody94.wordpress.com

Gambar 9. Ayam Jersey Giant. Sumber: poultrykeeper.com; backyardchickens.com.

Sebagai ayam pedaging, Jersey Giant tumbuh lebih lambat dibandingkan jenis ayam pedaging lainnya. Kebutuhan pakannya pun lebih besar sehingga ayam ini di nilai kurang ekonomis jika diternakkan dalam skala besar. Oleh karenanya, ayam ini lebih banyak dipelihara oleh keluarga petani di pekarangan.

Saat ini, populasi ayam Jersey Giant kian merosot dan nyaris punah. Namun, beberapa organisasi peternak berupaya mempertahankan populasi ayam ini dengan mengadakan berbagai ajang kontes (show). Ayam Jersey Giant dengan penampilan terbaik akan diberi penghargaan dan gelar juara.

9. Kulang Aseel

Aseel atau Asil adalah ayam yang berasal dari India dan Pakistan. Ayam ini termasuk tipe Malayoid, jenis ayam bertubuh tinggi atletis yang tersebar luas di Asia Selatan dan AsiaTenggara. Aseel merupakan nenek moyang dari ayam laga seperti Bangkok, Shamo, Saigon dan Birma. Dari penemuan benda arkeologi di Mohenjo Daro dan Harappa, diketahui bahwa ayam telah dipelihara oleh penduduk India sejak 5000 tahun SM.

Ayam Aseel memiliki postur tegap sebagaimana ayam laga pada umumnya. Kepala dan leher besar dengan pial berbentuk pea. Paruh tebal, kadang meruncing seperti paruh elang. Kaki memiliki pertulangan yang tebal dan kokoh. Bulu keras, berminyak dan kaku. Ayam ini memiliki banyak sekali pola warna, postur dan varietas, diantaranya adalah: Madras Asil, Reza Asil, Kulang Asil, Sindhi Asil, Mianwali, Jawa Asil, Amroha dan Lasani Asil.

Salah satu ciri ayam Aseel adalah agresifitas dan kecenderungannya untuk selalu berkelahi antar sesamanya. Sifat ini bahkan dapat dilihat sejak ayam ini berumur beberapa minggu. Ayam ini bahkan tak segan-segan untuk bertarung hingga mati. Umumnya kematian terjadi akibat cedera yang berat pada bagian leher atau kepala.

Aseel-dody94.wordpress.com Gambar 10. Macam-macam sub-varietas ayam Aseel. Sumber: backyardchickens.com.

Dengan wajah yang tebal, jengger pea dan paruh melengkung bak paruh elang, ayam Asil terlihat garang dan kejam. Selain berani, ayam ini juga memiliki daya tahan tinggi dan pantang menyerah. Patukannya dikenal kuat dan cepat. Pukulan kakinya berat, bertenaga dan mematikan.  Oleh karenanya, ayam ini lebih banyak dijadikan sebagai ayam laga atau ayam hias di pekarangan.

Daging ayam Asil  kurang diminati karena teksturnya yang keras. Sedangkan sebagai petelur, Asil kurang bisa diandalkan karena produktifitasnya yang sangat rendah, yaitu sebanyak 6-40 butir per tahun. Namun, ayam Asil dikenal sebagai pengeram dan induk yang baik. Ayam Kulang Asil dan ayam tipe Malayoid pada umumnya adalah varietas ayam laga terbesar di dunia. Pada individu tertentu, tinggi tubuh dapat mencapai 75 cm hingga 90 cm dengan bobot maksimal hingga 5-7 kg.

10. Indio Gigante

Jika didasarkan pada ukuran tinggi tubuh dan bobotnya, tak salah lagi jika ayam Indio Gigante dinyatakan sebagai ayam terbesar di dunia. Ayam ini berpostur jangkung dengan tinggi dapat mencapai lebih dari 1 meter. Ukuran ini adalah dua kali lipat dari ukuran rata-rata ayam pelung yang tingginya hanya mencapai 50 cm. Bobot maksimal ayam jantan Indio Gigante dilaporkan dapat mencapai 6-7 kg. Sedangkan betina berkisar 4-5 kg.

Indio Gigante

Gambar 11. Ayam Indio Gigante. Sumber: backyardchickens.com.

Ayam Indio Gigante pertama kali dibudidayakan oleh peternak Brazil dengan menyilangkan ras ayam Malayoid dari India-Pakistan dengan ayam Plymouth Rock. Tujuannya adalah untuk memperoleh ayam pedaging dan petelur yang dapat tumbuh cepat dengan bobot maksimal.

Ayam ini memiliki warna tubuh yang sangat bervariasi dengan warna dasar hitam yang diselingi totol-totol putih. Warna totol ini berasal dari ayam Plymouth Rock yang dulunya menjadi salah satu induknya.

Demikian uraian singkat tentang sepuluh varietas ayam terbesar di dunia. Semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Fauna | Tag , , | Tinggalkan komentar