Kelimutu: Danau Eksotis di Indonesia

Setiap belahan bumi memiliki keunikan bentang alam yang khas dan luar biasa indahnya, seperti gunung yang tinggi menjulang berselimut salju abadi, sungai dan ngarai yang meliuk-liuk, belantara hijau yang luas menghampar, air terjun yang sejuk berhias pelangi serta tepian pantai yang indah, saat mentari senja tenggelam di batas cakrawala.

Berbeda dengan gunung, rimba dan laut, danau di seluruh dunia juga memiliki keunikan tersendiri, bahkan jauh lebih beragam, lebih unik dan tentu saja, lebih eksotis.

Danau La Brea Pitch di Trinidad dan Tobago terkenal di dunia karena permukaannya yang berselimut aspal. Meskipun terletak di danau, aspal dari daerah tersebut memiliki kualitas yang sangat baik dan menjadi salah satu komoditas ekspor.

Di benua Afrika, Danau Assal (Djibouti), memegang rekor sebagai danau paling asin di dunia. Begitu asinnya danau tersebut, hingga tak ada seekor binatang pun yang mau hidup di dalam air danau yang kental seperti sirup.

Tetapi, jika anda berkenan untuk berenang di dalamnya, maka janganlah khawatir, karena air danau yang sangat asin ini memiliki viskositas tinggi sehingga anda dijamin tidak akan tenggelam.

Laut Mati (perbatasan Yordania dan Palestina), yang kondisinya mirip dengan danau Assal, menjadi tempat favorit bagi turis untuk berendam. Konon, endapan lumpur dan air danau yang berkadar garam tinggi berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan kulit.

Danau  yang lebih ekstrim dan menciutkan nyali, dapat ditemukan di Taman Nasional Morne Trois Pitons, Republik Dominika. Adanya sumber fumarol dan aktifitas hidrotermal yang tinggi di danau tersebut, membuat se-isi danau ini mendidih seperti air yang di masak di dalam panci.

Tepian danau ini saja memiliki suhu hingga 90⁰ C. Suhu di tengah danau tidak diketahui secara pasti, karena tidak ada seorang pun yang berani untuk mengukurnya (Mosok sih….he he he ???). Masyarakat setempat menyebutnya“Boiling Lake”, danau rebus atau danau yang mendidih (lihat tautan-Scienceray.com).

Di belahan bumi Eropa,  Kroasia memiliki danau Plitvice, suatu kompleks danau-danau yang bersusun dari atas ke bawah seperti tangga dengan jumlah 16 tingkat (cascade).

Danau tertinggi bertindak sebagai hulu dan danau terendah sebagai hilir (kompleks danau Malili juga termasuk danau cascade). Di sekitar danau terdapat panorama hutan yang indah dan menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa yang terancam punah.

Para ahli menyatakan, danau ini tergolong danau yang paling indah di Eropa. Bahkan, mungkin termasuk salah satu yang paling indah di dunia.

Oleh UNESCO, danau ini ditetapkan sebagai  situs warisan dunia. Bagaimana dengan Indonesia ?. Ternyata, negara kita juga banyak memiliki danau yang tak kalah unik, aneh bin ajaib bahkan lebih eksotis. Salah satunya adalah Danau Kelimutu.

Gambar 1. Letak Danau Kelimutu. Sumber Gambar: Google.com.

Adanya 3 kawah berbeda warna yang membentuk danau Kelimutu merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi di alam dan hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Danau Kelimutu merupakan kawah dari gunung api Kelimutu  yang terletak di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk ukuran gunung berapi, Kelimutu tergolong mungil dengan elevasi 1.639 m dpl.

Letusan terakhir terjadi pada tahun 1968. Deskripsi tentang danau Kelimuti pertama kali dilaporkan oleh LeRoux, seorang naturalis berkebangsaan Perancis, pada tahun 1896.

Survei geologi dan topografi yang lebih detail, selanjutnya dilakukan oleh Kemmerling, ahli Geologi berkebangsaan Belanda pada tahun 1920-an.

Gambar 2. Danau 3 warna Kelimutu dari sebuah Kartu Pos (edisi Periplus). Tampak danau Tiwu Ata Polo (danau orang tua/warna biru), danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau pemuda/gadis warna hijau) dan danau Tiwu Ata Mbupu (danau mempesona /warna hitam/merah di kejauhan) Sumber: http://i287.photobucket.com/albums/ll146/anagahan/ Indonesia/Kelimutu/Kelimutu.jpg (picture modified).

Menurut Pasternak (1994), Kelimutu termasuk gunung berapi tipe “stratovolcano” yang tidak banyak mengeluarkan material vulkanik (pasif). Dinamika geo-fisika-kimiawi dari ketiga kawah berbeda warna merupakan keunikan utama dari gunung/danau kelimutu.

Ketiga kawah memiliki bentuk, kondisi geokimia dan hidrotermal yang unik dan berbeda-beda. Adapun Profil dari tiap-tiap danau dapat dilihat pada Tabel 1. di bawah ini:

Tabel 1. Parameter Fisik Danau Kelimutu

No. Parameter TAP              (Biru) TiN   (Hijau) TAM (Merah)
1. Kedalaman Maks/Min 64 127 67
2. Diameter Danau Maks/Min 400/330 430/306 357/260
3. Diameter Kawah Maks/Min 580/375 520/375 400/360
4. Tinggi muka air (m dpl) 1382 1394 1354
5. Luas area (m persegi) 81.700 91.700 60.400
6. Volume (juta m kubik) 5,3 6,4 4,2
7. Daerah Tangkapan (105 m2) 1,7 2,3 4,1

Sumber: Pasternack dan Varekamp (1994)

Perubahan warna dari tiap-tiap kawah dikontrol oleh perubahan kondisi fisiko-kimiawi. Tiwa Ata Mbupu (TAM), atau dikenal oleh masyarakat setempat sebagai “danau orang tua”, adalah danau berwarna merah kehitaman yang terpisah agak jauh ke arah barat dari dua danau lainnya.

Danau ini memiliki struktur yang berbeda dengan danau lainnya karena memiliki lubang fumarol tersendiri yang berada ditengah-tengah kawah dan tidak berbagi dengan 2 kawah lainnya.

Longsoran batu seringkali jatuh membentuk endapan yang menumpuk di tepian kawah. Tepian kawah dilapisi oleh semacam film yang berwarna merah, jingga, atau kuning tergantung pada ketebalan dari lapisan tersebut.

Air di danau ini tergolong asam dengan kandungan sulfat yang tinggi. Gas yang dikeluarkan juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan 2 danau lainnya.

Tiwu Ata Polo (TAP) atau “danau yang mempesona” terletak di bagian tenggara dari puncak gunung Kelimutu. Danau ini berwarna biru laut dan merupakan danau dengan warna yang paling indah.

Perubahan warna air di danau ini seringkali terjadi seiring dengan perubahan kandungan oksigen. Warna air danau yang semakin gelap menunjukkan kandungan oksigen yang semakin meningkat.

Air danau ini agak asin dan asam dalam skala menengah jika dibandingkan dengan dua danau lainnya. Aktifitas hidrotermal dan fumarol kemungkinan terdapat di dalam danau.

Danau ini diperkirakan menjadi salah satu sumber mata air (hulu) bagi sungai Ria Mbuli yang mengalir di gunung Kelimutu.

Tiwu Nua Muri Koohi Fah (TiN) atau “danau pemuda dan gadis” adalah danau yang paling dalam. Kemmerling (1920) melaporkan adanya aktifitas fumarol dari dinding kawah danau ini. Namun saat ini aktifitas tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Aktifitas hidrotermal dijumpai ditengah kawah. Danau ini tergolong danau yang asin sekaligus asam. Kandungan belerang yang tinggi banyak ditemukan di danau ini, menyebabkan dinding sekitar kawah berwarna agak putih kekuningan.

Danau kawah juga terlihat lebih banyak mengandung buih berwarna putih. Sedimen di dasar danau ini kaya akan mineral tembaga dan menunjukkan input fumarol yang paling tinggi, yaitu sekitar 85 ton sulfur dioksida per hari.

Gunung Kelimutu termasuk kawasan Taman Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan SK Menteri Kehutanan No. 675/Kpts-II/97 dengan luas areal 5.356,5 hektar atau sekitar 535,65 km persegi.

Selain Gunung Kelimutu, Taman Nasional ini juga meliputi kawasan hutan yang menjadi habitat bagi berbagai satwa endemik dan langka.

Diantaranya: 19 burung endemik dengan sebaran terbatas seperti: Merpati hijau Flores (Treron floris), Burung hantu Wallacea (Otus silvicola), Sikatan Rimba (Rhinomyias oscillans), Kancilan Flores (Pachycephala nudigula) dan Sepah Kecil (Pericrocotus lansbergei).

Selain itu, ada juga jenis Tesia flores (Tesia everetti), Opior Paruh Tebal (Heleia crassirostris), Opior Flores (Lophozosterops dohertyi), Burung Cabai (Dicaeum annae), Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum), Burung Isap Madu Matari (Nectarinia solaris) dan Elang-Alap Flores (Spizaetus floris).

Gambar 3. Beberapa burung endemik di Taman Nasional Kelimutu. Dari kiri ke kanan searah jarum jam. a. Kancilan Flores (Pachycephala nudigula), b. Burung Madu Matari (Nectarinia solaris), c. Merpati Hijau Flores (Treron floris), d. Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum) dan e. Opior Paruh Tebal (Heleia crassirostris). Sumber Gambar: http://www. burung.org/, http://www.arkive.org/, http://orientalbirdimages .org/, http://www.indonesiatraveling.com/, (all pictures modified).

Jenis tumbuhan yang ditemukan di Taman Nasional Kelimutu diantaranya adalah : kayu mata (Albizia montana), kebu (Homalanthus giganteus) dan tokotaka (Putranjiva roxburghii).

Jenis lainnya adalah: uwi rora (Ardisia humilis), longgo baja (Drypetes subcubica), toko keo (Cyrtandra sp.), kayu deo (Trema cannabina), kayu bu (Casuarina equisetifolia), kelo (Ficus villosa), dan ampupu (Eucalyptus urophylla).

Mamalia endemik yang ditemukan adalah tikus gunung dari jenis: Bunomys naso and Rattus hainaldi.

Keindahan danau Kelimutu dengan 3 kawahnya yang berwarna-warni eksotis, banyak diminati oleh turis mancanegara.

Promosi wisata yang lebih gencar dan pengelolaan kawasan yang profesional harus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah setempat.

Selain danau dan gunung Kelimutu, di sekitar kawasan Taman Nasional juga terdapat sumber mata air panas dan daerah pengrajin tenun ikat khas Flores. Anda berminat ?. Silahkan mengunjungi danau vulkanik yang eksotis ini….

Referensi dan Tautan:

Pasternack, G.B. (1993) Acid-brine crater lakes: a case study. Undergraduate senior thesis, Wesleyan University, 160 pp.

Pasternack, G.B. and Varekamp, J.C. (1994) The geochemistry of the Keli Mutu crater lakes, Flores, Indonesia, Geochemical Journal 28:243-262.

http://en.wikipedia.org/wiki/Kelimutu

http://orientalbirdimages.org/images/data/btwhistler3_je.jpg

http://pasternack.ucdavis.edu/kelimutu.htm http://scienceray.com/earth-sciences/physical-geography/the-most-unique-and-bizarre-lakes-from-around-the-world/

http://scienceray.com/earth-sciences/physical-geography/the-most-unique-and-bizarre-lakes-from-around-the-world/

http://www.arkive.org/media/04/04B6B623-A881-4A65-85DF-DF13E9DA480B/Presentation.Large/photo.jpg

http://www.arkive.org/media/C8/C86C9AE5-2686-445A-820B-1BB352F6CB85/Presentation.Large/photo.jpg

http://www.burung.org/dokumen/gambar/news/Opior_paruh_tebal.jpg

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/kelimutu_NP.htm\

http://www.indonesiatraveling.com/National%20Parks%20Indonesia/birds_indonesia/birds_indo/o.p/birds_o,_p.htm

Pos ini dipublikasikan di Kebumian dan tag , , , , , . Tandai permalink.