Soa-soa layar: dinosaurus mini dari timur Indonesia

Soa-soa layar Hydrosaurus amboinensis adalah kadal semi akuatik terbesar dalam familia Agamidae. Sepintas, bentuk tubuhnya lebih menyerupai miniatur dinosaurus atau naga daripada kadal sehingga dalam bahasa Inggris disebut sail-fin dragon atau sail-fin lizard.

Hydrosaurus-dody94.wordpress.com-2

Gambar 1. Profil Soa-soa Ambon Hydrosaurus amboinensis betina (kiri atas) dan jantan (kanan atas) serta bentuk kepala jantan (kanan bawah) dan betina (kiri bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Soa-soa layar dapat tumbuh hingga mencapai ukuran lebih dari 1 meter. Tubuh dilengkapi dengan kaki yang kuat dan ekor yang panjang. Berbeda dengan tokek dan cicak, Soa-soa tidak dapat memutuskan ekornya untuk mengelabui pemangsa.

Sebagai gantinya, Soa-soa akan mengembangkan gelambir kulit di lehernya, agar terlihat lebih besar, untuk menakuti pemangsa atau hewan kompetitor lainnya.

Ciri fisik Soa-soa layar tergolong unik. Sepanjang punggungnya ditumbuhi duri-duri kecil. Pada hewan jantan, bagian pangkal ekor dilengkapi dengan layar tinggi yang bentuknya mirip layar perahu tradisional Hongkong. Layar ini digunakan untuk memikat betina saat musim kawin tiba.

Reptil yang berkerabat dekat dengan Iguana ini umumnya hidup di daerah yang dekat dengan air, seperti tepian dan muara sungai, hutan mangrove dan tepi pantai. Makanan utamanya sangat bervariasi, terdiri dari daun-daunan, buah-buahan liar, serangga, telur dan anak burung hingga mamalia kecil.

Hydrosaurus-dody94.wordpress.com-1

Gambar 2. Spesies Soa-soa Layar. Soa-soa Ambon betina (kiri atas) dan jantan (kanan atas). Soa-soa Filipina (kanan bawah) dan Soa-soa Halmahera (kiri bawah). Sumber: dokumentasi pribadi (atas).

Saat ini dikenal 3 jenis Soa-soa layar, yaitu: Soa-soa Ambon Hydrosaurus amboinensis, Soa-soa Filipina, Hydrosaurus pustulatus  dan Soa-soa Halmahera  Hydrosaurus weberi. Soa-soa Ambon memiliki ukuran tubuh paling besar dan daerah sebaran yang paling luas, meliputi Pulau Sulawesi, Maluku hingga Papua Niugini.

Soa-soa Filipina memiliki sebaran terbatas di bagian utara negara tersebut. Soa-soa ini berukuran besar dan termasuk jenis kadal yang sangat indah karena memiliki warna kebiru-biruan pada permukan kulitnya.

Soa-soa Halmahera tergolong jenis endemik yang memiliki sebaran terbatas di Pulau Ternate dan Halmahera. Soa-soa ini memiliki ukuran tubuh paling kecil dan lebih ramping dibandingkan 2 spesies Soa-soa lainnya.

Ciri tubuh menyerupai Soa-soa Filipina namun berwarna lebih terang. Statusnya sebagai spesies masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Sebagian peneliti menganggap Soa-soa Halmahera sebagai sub-spesies dari Soa-soa Filipina.

Hydrosaurus-dody94.wordpress.com-3

Gambar 3. Memanjat hingga ke ranting pohon untuk berjemur (atas). Juvenil Soa-soa layar sedang bermain di sekitar kolam. Sumber: dokumentasi pribadi.

Meskipun bertubuh besar, Soa-soa layar adalah pemanjat yang ulung dan perenang yang mahir. Sebagaimana reptil berdarah dingin lainnya, Soa-soa layar perlu meningkatkan suhu tubuhnya sebelum beraktifitas.

Pengamatan penulis di Halmahera, menunjukkan bahwa sekitar pukul 7-8 pagi, reptil ini akan memanjat perdu dan pohon hingga ke bagian ranting tertinggi untuk berjemur.

Selain memanjat, Soa-Soa layar dapat berenang dengan baik untuk berburu mangsa. Bahkan, saat terdesak atau terkejut, Soa-Soa layar dapat berlari di atas permukaan air menggunakan kedua kaki belakang yang ditopang oleh ekornya. Hal ini dimungkinkan karena kaki belakang Soa-soa layar dilengkapi dengan selaput renang.

Gerakan “ilmu meringankan tubuh” dari Soa-soa ini berlangsung cepat, singkat dan hanya menempuh jarak yang pendek saja.

Soa-soa jantan hidup berkelompok dengan beberapa ekor betina. Reproduksi dilakukan dengan cara bertelur (ovipar). Sarang terletak di atas tanah yang terbuat dari kumpulan serasah daun dan ranting. Jantan bersifat territorial yang menguasai area dengan luasan tertentu. Daerah kekuasaan ini dipertahankan dari pejantan lainnya.

Menurut hobiis reptil, Soa-soa termasuk jenis satwa yang sangat sulit ditangani sehingga tidak disarankan bagi hobiis pemula untuk memeliharanya. Selain sulit beradaptasi, Soa-soa juga mudah terkejut dan menjadi stress.

Seringkali, Soa-soa yang stress akan menabrakkan diri ke dinding kandang untuk melarikan diri, sehingga menimbulkan luka infeksi yang jika tidak segera ditangani akan menimbulkan kematian.

Soa-soa layar termasuk jenis kadal berumur panjang. Soa-soa peliharaan dapat hidup hingga umur 10-15 tahun. Berdasarkan PP No 7 Tahun 1999, Soa-soa termasuk jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang sehingga penangkapan di alam tanpa seizin pihak berwenang merupakan perbuatan melanggar hukum yang bisa dikenai sanksi.

Meskipun tersebar luas, populasi Soa-soa layar di habitat aslinya terus menurun akibat perburuan dan rusaknya habitat.

Kehidupan Soa-soa layar di habitat aslinya jarang diteliti sehingga banyak seluk beluk dari reptil ini yang belum terungkap dan masih menjadi misteri. Semoga saja, dinosaurus mini yang unik ini masih dapat terus bertahan hingga generasi berpuluh-puluh tahun mendatang.

Pos ini dipublikasikan di Fauna dan tag , , , , . Tandai permalink.