Pelabuhan Ratu: pantai mistis nan eksotis

Terima kasih pada seluruh sahabat yang tetap setia berkunjung ke Blog Cakrawala. Aktifitas yang sangat padat dalam beberapa bulan ini, membuat penulis sedikit mengalami kesulitan untuk memperbarui blog ini. Namun, kali ini penulis akan mengajak sahabat semua untuk “jalan-jalan” menikmati indahnya Pelabuhan Ratu. Selamat Membaca…..

Hiruk pikuk nelayan dan mesin perahu bermotor terdengar begitu riuh, saat penulis menjejakkan kaki, untuk pertama kalinya di Pelabuhan Perikanan Nusantara.

Pelabuhan Ratu-13-dody94.wordpress.com

Gambar 1. Pelabuhan Perikanan Nusantara. Sumber: dokumentasi pribadi.

Bermacam jenis perahu, tampak tertambat melintang pukang tak tentu arah, di sepanjang tepian dermaga. Semarak warna-warni bendera di tiang haluan begitu meriah, berlatar bukit-bukit hijau.

Orang-orang bergegas cepat, hilir mudik dengan pekerjaannya masing-masing. Sebagian sibuk melakukan bongkar muat barang. Sebagian lainnya mengangkut keranjang-keranjang penuh ikan hasil tangkapan.

Pelabuhan Ratu-6-dody94.wordpress.com.jpg.

Gambar 2. Deretan kapal di sepanjang dermaga pelabuhan. Sumber: dokumentasi pribadi.

Lokasi dermaga ini berada tepat di ujung teluk Pelabuhan Ratu dan menjadi salah satu pintu masuk utama menuju laut/pantai selatan. Di samping dermaga pelabuhan, terdapat tempat pelelangan ikan (TPI) modern yang telah ramai oleh pengunjung.

Penjual dan pembeli sibuk tawar menawar dan bertransaksi. Beragam jenis ikan memenuhi keranjang-keranjang yang disusun berjajar. Diantaranya berisi layur, tuna, tongkol, kerapu, udang, kepiting, rajungan, lobster, kerang dan lain-lain.

Pelabuhan Ratu-4-dody94.wordpress.com.jpg.

Gambar 3. Pintu keluar masuk pelabuhan (atas). Pengunjung (kiri bawah) dan bagang (kanan bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Pelabuhan Ratu adalah kecamatan sekaligus ibukota Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wilayah utamanya mencakup daerah pesisir sepanjang teluk Pelabuhan Ratu. Daerah ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Pada masa kolonialisme Belanda, teluk ini dikenal dengan nama Wijnkoops-baai.

Teluk Pelabuhan Ratu dikenal berombak besar dan sering memakan korban. Mayat yang ditemukan umumnya berusia muda. Penduduk percaya, para korban memiliki darah keturunan selir-selir kerajaan yang kemudian ditenggelamkan oleh Nyi Loro Kidul, sebagai wujud aksi balas dendam.

Siapakah Nyi Loro Kidul itu?. Masyarakat pesisir Pelabuhan Ratu meyakini Nyi Loro Kidul atau Nyi Roro Kidul adalah makhluk mistis yang menjadi ratu penguasa Pantai selatan.

Legenda setempat menyebutkan, sang ratu adalah jelmaan Lara Kadita, putri cantik jelita kesayangan Prabu Siliwangi yang terbuang akibat konspirasi selir-selir istana yang saling memperebutkan tahta putra mahkota.

Penduduk juga meyakini jika warna hijau adalah warna kesukaan Nyi Loro Kidul. Oleh karenanya, pengunjung yang datang ke pantai Pelabuhan Ratu dilarang mengenakan baju berwarna hijau.

Letak Pelabuhan Ratu 2

Gambar 4. Lokasi Pelabuhan Ratu. Sumber: Google Maps (2014).

Sejatinya, Teluk Pelabuhan Ratu adalah daerah pesisir dengan kondisi perairan yang kompleks. Citra satelit Google Earth yang dikombinasikan dengan data kedalaman (data batimetri, GEBCO dll), memperlihatkan dasar perairan Teluk Pelabuhan Ratu yang bentuknya seperti mangkuk/cekungan berdinding curam yang dalam.

Hal tersebut di atas tampak kontras, jika dibandingkan dengan Pantai Ujung Genteng (sisi kanan) dan Pantai selatan Ujung Kulon (kiri) yang jauh lebih dangkal.

Letak Pelabuhan Ratu yang langsung berhadapan dengan lautan terbuka (Samudera Hindia) mengakibatkan timbulnya ombak tinggi bertenaga kuat di sepanjang pesisir.

Dasar perairan berbentuk cekungan yang diapit sisi teluk berdinding curam dapat menimbulkan gelombang tsunami yang sangat besar jika terjadi gempa di sekitar palung Jawa.

Arus balik dari pantai yang terbentuk di Pelabuhan Ratu, seringkali menenggelamkan pengunjung yang tak menyadari adanya aliran air yang melaju dengan cepat di dasar perairan.

Arus balik yang berenergi kuat ini, akan terus mendorong korban ke bawah, hingga tersangkut di terumbu karang. Jika tak segera mendapat pertolongan, korban akan kekurangan oksigen, mengalami hipotermia hingga akhirnya meninggal dunia.

Profil Pelabuhan Ratu-dody94.wordpress.com.jpg

Gambar 5. Profil dasar perairan di sekitar Teluk Pelabuhan Ratu. Sumber: Google Earth (2014).

Menurut para ahli ilmu kebumian, bentuk rupa bumi pesisir selatan Pulau Jawa termasuk teluk Pelabuhan Ratu yang berbukit-bukit, berasal dari pertemuan lempeng benua Eurasia dan Indo-Australia.

Lempeng Indo-Australia yang lebih aktif, bergerak ke arah utara dengan kecepatan 7 cm/tahun. Lempeng ini kemudian menyelip (bahasa Inggrisnya: “nyungsep”) di bawah lempeng Eurasia yang lebih pasif.

Akibat pertemuan dua lempeng benua, muncul lekukan memanjang di sisi selatan Pulau Jawa yang disebut Palung Jawa. Jika bergerak, kedua lempeng ini akan saling bergesekan (subduksi) di sepanjang daerah sekitar palung, sehingga rawan menimbulkan gempa bumi dan Tsunami.

Pertemuan lempeng juga menyebabkan sebagian tepi dari lempeng Eurasia menekuk ke atas membentuk bukit-bukit indah yang terlihat di sepanjang pesisir Teluk Pelabuhan Ratu.

Pembentukan Pelabuhan Ratu

Gambar 6. Ilustrasi 3 dimensi daerah sekitar Teluk Pelabuhan Ratu. Sumber: Mc-Graw-Hill Companies.inc.

Penelusuran penulis dengan menumpang kapal nelayan setempat dimulai dari dermaga, kemudian keluar pelabuhan. Di mulut terlihat tumpukan beton pemecah ombak, sedangkan di sisi kanan banyak terdapat bagang dari bambu dengan latar perbukitan yang indah.

Selepas pelabuhan, kapal bergerak menjauhi pantai dan mengarah ke timur. Garis pantai perlahan-lahan menghilang. Deretan bukit-bukit berubah warna menjadi kebiruan.

Menara komunikasi, tiang listrik tegangan tinggi dan beberapa bangunan tampak kerdil di kejauhan. Beberapa nelayan terlihat sedang menangkap ikan menggunakan jala/jaring.

Pelabuhan Ratu-5-dody94.wordpress.com.jpg.

Gambar 7. Aktifitas nelayan mencari ikan. Tampak deretan bukit-bukit indah sambung menyambung di sepanjang pesisir pantai. Sumber: dokumentasi pribadi.

Kapal yang kami tumpangi selanjutnya bergerak menuju beberapa titik putih yang terapung-apung di tengah laut. Setelah dekat, kami mendapati beberapa gabus styrofoam yang diikat menjadi satu dan berfungsi sebagai pelampung/penanda. Nelayan di kapal pun menarik tali yang ada di pelampung tersebut.

Sedikit demi sedikit, rasa penasaran kami terjawab, saat sebuah benda berbentuk kotak dengan rangka besi diangkat ke atas kapal. Beberapa jenis ikan tampak menggelepar di dalamnya.

Ternyata benda ini adalah bubu, perangkap ikan yang terbuat dari anyaman tali nilon yang diikatkan pada rangka besi. Bubu ini berukuran cukup besar, yaitu 1,5 meter x 1 meter. Untuk menarik perhatian ikan, di dalam bubu biasanya di beri umpan berupa ikan rucah atau potongan daging ikan lainnya.

Pelabuhan Ratu-8-dody94.wordpress.com.jpg.

Gambar 8. Mengangkat bubu perangkap dan memanen ikan. Sumber: dokumentasi pribadi.

Satu per satu biota laut yang terperangkap pun kami dokumentasikan. Selain ikan, beberapa jenis kepiting, rajungan dan lobster juga ditemukan. Salah satu yang menarik adalah ikan remora yang memiliki alat pengisap di kepalanya.

Ikan Remora biasanya menempel di perut ikan hiu untuk memakan serpihan daging yang terkoyak saat hiu mencabik-cabik mangsanya. Selain dapat makan gratis, ikan Remora juga dapat tumpangan menjelajahi seluruh pelosok lautank tanpa mengeluarkan banyak energi.  Namun, jika tak hati-hati, ikan remora juga bisa menjadi santapan sang Hiu.

Biota laut lain yang menarik adalah kepiting berbulu dan rajungan betina yang membawa banyak telur di perutnya. Beberapa ekor lobster juga ditemukan.

Pelabuhan Ratu-2-dody94.wordpress.com.jpg.

Gambar 9. Ikan Remora (atas) dan ikan laut lainnya (bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Saat tiba kembali di pelabuhan, terlihat seorang ibu sedang menjajakan keong macan sebagai cemilan. Keong ini digoreng dan dibungkus tissue berwarna merah. Rasanya sangat gurih, sedikit asin dan agak amis (Ya, iyalah mas bro, namanya juga hewan laut.. Hehehe). Tapi beneran, rasanya enak banget.

Keong Macan banyak ditemukan di Pelabuhan Ratu. Hewan yang termasuk Kelas Gastropoda ini umumnya hidup di dasar laut yang berlumpur pada kedalaman 15-40 meter.

Keong Macan banyak menghabiskan waktunya dengan merayapi sedimen berlumpur di dasar perairan. Makanannya berupa sisa-sisa bahan organik atau bangkai hewan lain yang jatuh ke dasar perairan.

Nelayan menangkap keong macan dengan menggunakan semacam bubu kecil yang diberi umpan. Bubu terbuat dari jala nilon yang dikaitkan pada rangka besi dengan ukuran sekitar 60 x 60 cm. Bubu ini diikat tali yang dihubungkan dengan pelampung, sehingga memudahkan nelayan saat pemanenan. Panjang tali bergantung pada kedalaman perairan.

Pelabuhan Ratu-1-dody94.wordpress.com

Gambar 10. Cemilan daging Keong Macan (kiri atas). Bubu Keong Macan (kiri bawah). Keong macan yang masih segar (kanan)  Sumber: dokumentasi pribadi.

Menangkap Keong Macan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Seorang juragan biasanya memiliki beberapa Kapal yang dilengkapi dengan ratusan hingga ribuan bubu. Kapal penangkap ini juga mempekerjakan beberapa nelayan yang memiliki pengalaman khusus.

Bubu biasanya di pasang pada waktu dan lokasi tertentu. Hasil panen lebih banyak ditujukan  untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Mancanegara. Konon, masyarakat di Taiwan, Hongkong dan Jepang sangat menggemari daging Keong Macan ini.

Pesisir Pelabuhan Ratu memiliki panorama yang sangat indah sehingga banyak diminati wisatawan domestik sebagai tempat berlibur. Obyek wisatanya pun memiliki banyak pilihan.

Pelancong yang menyukai hiking atau panjat tebing dapat mengeksplorasi bukit-bukit karst yang membentang di sekitar teluk. Peminat lingkungan hidup dan konservasi dapat mengunjungi tempat peneluran penyu di Pangumbahan.

Senja di Pelabuhan ratu-dody94.wordpress.com

Gambar 11. Senja menjelang di Pelabuhan Ratu. Sumber: dokumentasi pribadi.

Menjelang senja, penulis menelusuri pantai berpasir hitam di Pelabuhan Ratu. Hamparan pasir terasa lembut, kemudian menjadi basah oleh jilatan ombak yang datang bergulung-gulung silih berganti. Semak dan rumput pantai tampak tumbuh agak jauh dari bibir pantai.

Beberapa jenis diantaranya adalah: rumput angin Spinifex littoreus, Tapak Kambing Ipomoea pes-caprae, Widuri Calotropis gigantea, Pandan Pandanus sp. Orok-orok Crotalaria juncea dan beberapa jenis rumput yang tinggi.

Pelabuhan Ratu-7-dody94.wordpress.com.jpg.

Gambar 12. Lansekap Teluk Pelabuhan Ratu (atas). Vegetasi pantai Pelabuhan Ratu (bawah). Sumber: dokumentasi pribadi.

Salah satu obyek Wisata yang sangat populer akhir-akhir ini adalah Pantai Sawarna. Pantai ini terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Lokasinya di sebelah barat, tidak jauh dari Teluk Pelabuhan Ratu.

Beberapa lokasi yang sangat menarik untuk dikunjungi di sekitar Pantai Sawarna adalah Pantai Pasir Putih, Gua Lalay sepanjang 400 meter  yang dialiri sungai kecil, Gua Langir, Gua Seribu Candi, Pantai Tanjung Layar dan Karang Taraje yang memesona. Menikmati matahari terbit bisa dilakukan di Pantai Legon Pari. Sedangkan bagi yang hobi berselancar dapat melakukannya di Pantai Ciantir.

Air terjun yang masih alami juga banyak ditemukan di sekitar bukit-bukit Pelabuhan Ratu. Pantai yang berombak besar dengan hempasan gelombang yang kuat sangat menarik bagi peminat selancar (surfing).

Menikmati liburan dengan acara bakar ikan atau api unggun juga dapat dilakukan jika berlibur dengan keluarga atau rekan-rekan kantor.

Peminat budaya dan tradisi dapat mengunjungi situs Megalit Dolmen Tugu Gede Cengkus di Cikakak, menyaksikan upacara adat labuh saji setiap tanggal 6 April, Seren Taun Girijaya di Cicurug dan lain-lain.

Pelabuhan Ratu-12-dody94.wordpress.com

Gambar 13. Vegetasi pantai Pelabuhan Ratu. Sumber: dokumentasi pribadi.

Eksotisnya Pelabuhan Ratu telah dikenal sejak dahulu. Hal ini terbukti dari dibangunnya hotel mewah pertama di Indonesia bernama Samudera Beach Hotel (kini Hotel Ina Samudera) di Tenjo Resmi pada tahun 1960. Hotel ini dibangun dari dana pampasan perang Jepang atas inisiatif Presiden Soekarno untuk tempat peristirahatannya.

Sisi mistis dari Pelabuhan Ratu dapat dilihat dari adanya “kamar 308” di hotel Samudera Beach (kini Hotel Ina Samudera). Konon kamar 308 pernah disinggahi Nyi Loro Kidul, sehingga kamar ini kerap dijadikan lokasi semedi bagi orang-orang tertentu yang memiliki hajat khusus.

Kesan mistis terasa begitu kuat karena kamar 308 dihiasi dengan foto lukisan sang Ratu dan perlengkapan kamar lainnya yang berwarna serba hijau. Aroma bunga sedap malam dan wewangian lainnya terasa menusuk hidung dan mendirikan bulu kuduk.

Akhir kata, Pelabuhan Ratu dan Pantai Sawarna dapat menjadi salah satu prioritas utama bagi anda yang merencanakan liburan bersama keluarga. Banyaknya pilihan obyek wisata dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kota Jakarta menjadikan daerah ini layak untuk dipertimbangkan.

Jadi, tunggu apalagi. Selamat menikmati sisi mistis dan eksotis Pelabuhan Ratu.

 

Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.