Burung-burung berparuh ekstrim (1)

Burung termasuk salah satu fauna yang paling dikenal dengan baik dalam dunia ilmu pengetahuan. Banyak spesies burung memiliki bentuk, rupa dan warna yang unik, bahkan tak lazim dalam pandangan kita. Agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, sebagian spesies burung mengalami modifikasi hingga tingkat yang paling ekstrim.

Salah satu bagian tubuh burung yang mengalami modifikasi paling ekstrim adalah paruh. Organ ini sangat vital bagi burung karena digunakan untuk mencari makan, memperoleh pasangan dan mempertahankan diri. Dari banyak jenis burung terestrial, Cakrawala telah memilih 10 spesies burung dengan modifikasi paruh paling ekstrim.

1. Burung Paruh Kodok   

Paruh Kodok termasuk jenis burung malam (nokturnal) yang tersebar di India, Asia Tenggara hingga Australia. Dalam bahasa Inggris, burung ini disebut Frogmouth karena bentuk paruh dan kepalanya menyerupai kepala seekor Kodok.

Pada siang hari, burung ini akan tidur dengan bertengger di atas cabang dan ranting. Burung ini tak pandai terbang sehingga harus mengandalkan warna bulu yang kusam (coklat atau keabu-abuan) agar tersamar dan tak mudah dilihat pemangsa.

10.Frogmouth bird

Gambar 1. Paruh Kodok Marmer Podargus ocellatus dan Paruh Kodok Srilangka Batrachostomus miniliger. Sumber: Arkive.

Untuk menangkap serangga yang menjadi makanan favorit, burung ini beradaptasi dengan mengembangkan paruh khusus yang berbentuk besar, pipih dan lebar dengan ujung  berkait. Selain serangga, burung ini juga memangsa tikus kecil, katak dan vertebrata kecil lainnya. Mangsa seperti ini biasanya akan dilumpuhkan dengan cara dibenturkan terlebih dahulu ke bebatuan.

Paruh Kodok terdiri dari 3 marga, yaitu: Podargus, Batrachostomus dan Rigidipenna. Beberapa jenis burung paruh kodok tergolong spesies endemik, diantaranya adalah paruh Kodok Jawa Batrachostomus javensis.

2. Kiwi

 Kiwi  (Apteryx dari kata a= tidak dan ptreon= sayap) adalah spesies burung terkecil yang tak bisa terbang. Ukurannya sebesar ayam peliharaan. Seperti Paruh Kodok, Kiwi juga aktif di malam hari. Jika dibandingkan dengan proporsi tubuhnya, Kiwi menghasilkan telur dengan ukuran terbesar di dunia.

Kiwi

Gambar 2. Kiwi Tokoeka (Apteryx australis) beserta telur. Sumber: Arkive

Burung pemalu ini memiliki paruh panjang yang peka untuk mencari makan di malam hari. Makanannya terdiri dari cacing dan serangga tanah. Paruh Kiwi dibagian ujung dilengkapi dengan sensor pembau yang sangat sensitif untuk mendeteksi mangsa yang ada di bawah tanah hutan yang gembur atau tanah berpasir di tepi pantai.

Meskipun tergolong unik, paruh panjang Kiwi belum cukup untuk dinobatkan sebagai burung dengan paruh paling ekstrim dalam postingan ini.

3. Kakatua Raja

Kakatua Raja termasuk salah satu spesies burung Kakatua terbesar. Burung asli Indonesia ini tersebar di Papua, Papua Nugini dan sedikit di Australia Utara (dekat Papua). Bulu didominasi warna abu-abu dengan bulu kepala tumbuh tegak memanjang. Pipi berwarna merah pucat dan akan berubah menjadi merah menyala saat burung ini terkejut, waspada atau tertarik dengan sesuatu.

Selain jambulnya yang eksentrik, Kakatua Raja terkenal dengan ukuran paruhnya yang sangat besar. Sepintas paruh ini mirip belalai Gajah sehingga oleh Gmelin, seorang naturalis berkebangsaan Jerman, burung ini diberi nama Probosciger aterrimus (Proboscis= belalai, ger= membawa, ater=kata sifat superlatif yang berarti hitam). Paruh Kakatua Raja memiliki ukuran terbesar dibandingkan jenis kakatua lainnya. Paruh ini hanya sedikit lebih kecil dari paruh Hyacinth Macaw asal Brazil yang dikenal sebagai burung paruh bengkok terbesar di dunia.

Kakatua Hitam

Gambar 3. Kakatua Raja (Probosciger aterrimus).Sumber Arkive.

Berbeda dengan kakatua lainnya, paruh atas Kakatua Raja berukuran besar, pipih dan melengkung. Bagian dalamnya berlekuk-lekuk dengan ujung meruncing yang sangat tajam. Bentuk paruh ini disesuaikan untuk memecahkan, mengupas dan membuka makanan yang berkulit keras seperti buah kenari. Selain kenari, Kakatua Raja juga memakan buah pandan dan buah-buah lainnya.

Paruh besar nan eksentrik, ternyata belum cukup untuk menasbihkan Kakatua Raja sebagai burung darat dengan paruh paling ekstrim dalam postingan kali ini.

4. Kea

Kea dianggap berkerabat dekat dengan nenek moyang burung Kakatua. Burung yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu ini hanya dapat ditemukan di Selandia Baru. Ukuran tubuhnya tergolong besar, yaitu sekitar 48 cm. Kea termasuk burung pemakan hewan dan tumbuhan (omnivor). Makanannya terdiri dari buah-buahan, kacang-kacangan, burung dan mamalia.

Kea

Gambar 4. Kea (Nestor notabilis)  endemik Selandia Baru.

Kea tergolong burung berparuh ekstrim. Paruh bagian atas tumbuh memanjang, melengkung dan meruncing seperti pisau belati yang tajam. Paruh ini digunakan untuk menikam mangsa seperti anak burung dan kelinci.

Bahkan burung ini kerap terlihat mengejar dan melukai domba peliharaan, melubangi punggung domba serta memakan dagingnya hidup-hidup. Akibatnya, banyak domba yang mati, akibat infeksi pada luka berlubang di punggung.

Meskipun paruh Kea terlihat mengesankan, namun belum cukup untuk menjadi jawara sebagai burung darat berparuh paling ekstrim pada pada postingan kali ini.

5. Toucan

Toucan mungkin termasuk burung paling terkenal di Amerika. Kepala dan leher berwarna-warni dengan paruh besar menyolok. Meskipun segede Gaban, paruh Toucan sangat ringan karena terbentuk dari keratin berlubang-lubang yang strukturnya seperti sponges.

Toucan

Gambar 5. Toucan (Rhampastos toco) asal Amerika tengah dan Selatan

Paruh pipih dan besar ini merupakan bentuk adaptasi agar Toucan lebih mudah untuk meraih buah-buah berukuran kecil yang menjadi kesukaannya. Selain makan buah, Toucan juga berburu serangga dan kadal kecil sebagai tambahan asupan protein. Toucan memiliki peran penting dalam regenerasi hutan dengan memencarkan biji-bijian melalui ciritnya ke seluruh pelosok hutan.

Belum diketahui, mengapa paruh Toucan warnanya begitu menyolok. Namun hasil riset menunjukkan, warna dan ukuran paruh ini tidak ada hubungannya dengan perilaku Toucan untuk menarik lawan jenis atau mencari pasangan.

Dalam postingan kali ini, paruh Toucan yang indah belum cukup untuk menyabet gelar sebagai burung darat dengan paruh paling ekstrim.

6. Rangkong Badak

Kandidat sebagai burung darat dengan paruh paling ekstrim berikutnya adalah Rangkong Badak. Burung asli Indonesia ini adalah salah satu spesies Rangkong terbesar. Selain Kalimantan, burung ini juga tersebar luas di Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya hingga Thailand Selatan.

Buceros bicornis

Gambar 6. Rangkong Badak (Buceros rhinoceros). Foto: Tim Laman.

Sebagai pemakan buah-buahan (frugivor), Rangkong Badak dilengkapi dengan paruh yang  besar. Ini masih ditambah dengan tonjolan besar berwarna jingga terang seperti cula Badak di atas kepala.

Konon cula ini berfungsi untuk menyibak dedaunan lebat, agar si burung lebih mudah meraih buah dengan paruhnya. Selain buah, Rangkok Badak juga berburu tikus kecil, burung kecil reptil kecil dan serangga.

7. Enggang Gading

Burung berparuh besar yang lebih ekstrim berikutnya adalah Enggang Gading (Rhinoplax vigil). Burung ini termasuk jenis rangkong berukuran besar. Pangkal paruh atas dilengkapi dengan tonjolan besar seperti helm sehingga burung ini juga sering disebut Helmeted Hornbill.

Berbeda dengan rangkong lainnya. Tonjolan pada Enggang Gading tergolong padat. Bahkan beratnya mencapai 10 % dari berat total burung.

Enggang Gading tersebar di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya. Makanan burung Rangkong terdiri dari buah-buahan, utamanya buah ara atau beringin. Burung ini juga memakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Sebagian ahli menduga, tonjolan besar di kepala berfungsi sebagai pemberat saat paruh burung mematuk kayu-kayu rapuh dan membusuk untuk mencari ulat kumbang dan serangga lainnya.

Rhinoplax vigil

Gambar 7. Enggang Gading (Rhinoplax vigil). Sumber: De Chabannes/Pavel German

Berbeda dengan jenis Rangkong lain, Enggang Gading cenderung hidup menetap dan mempertahankan daerah teritorialnya. Burung ini akan mengusir semua jenis rangkong yang memasuki wilayahnya.

Paruh dan tonjolan Enggang Gading cukup ekstrim, sehingga mempengaruhi tampilan muka dan kepala. Namun, paruh burung ini belum mempengaruhi tampilan burung secara keseluruhan, sehingga belum dapat dinyatakan sebagai burung darat berparuh paling ekstrim.

8. Burung Paruh Menyilang

Secara umum, tampilan burung ini mirip dengan burung Gereja. Namun, paruh burung ini tergolong ekstrim karena paruh atas dan bawah saling bersilangan. Paruh ini berfungsi untuk mengeluarkan biji pinus dan cemara serta biji dari buah lainnya.

Crossbill-1

Gambar 8. Burung berparuh Silang atau Crossbill (Loxia curvirostris).

Crosbill tersebar luas di belahan bumi utara. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di hutan-hutan pinus. Paruh burung ini begitu menyolok dan berbeda, namun masih belum mempengaruhi tampilan burung secara keseluruhan untuk dapat dikatakan sebagai burung darat berparuh paling ekstrim.

9. Burung Madu Paruh Sabit

Paruh sabit atau Sicklebill adalah burung penghisap madu yang tersebar luas di Kolumbia, Peru, Bolivia dan Ekuador. Burung ini memakan madu dan serangga kecil. Salah satu ciri yang menyolok adalah paruh yang panjang melengkung seperti sabit. Tampilan paruh burung ini sangat ekstrim hingga mempengaruhi penampilan keseluruhan dari burung tersebut.

Burung Madu

Gambar 9. Burung Madu Paruh Sabit atau Sickle bill  Eutoxeres condamini.

Burung ini secara khusus mengisap madu dari bunga seperti  Centropogon dan Heliconia yang berbentuk tabung berlekuk dan dalam. Paruh burung ini begitu aneh sehingga cukup layak dinyatakan sebagai burung darat berparuh paling ekstrim. Tapi, kira-kira masih ada gak ya, burung yang paruhnya lebih ekstrim dari ini ?.

10. Burung Madu Paruh Pedang

Burung Madu paruh-pedang atau Sword-billed Hummingbird adalah satu-satunya burung di dunia yang ukuran paruhnya lebih panjang dari ukuran tubuh. Burung ini tersebar di dataran tinggi Bolivia, Kolumbia, Ekuador, Peru, Venezuela dan termasuk jenis burung madu terbesar. Begitu panjangnya paruh yang dimiliki hingga burung ini harus menelisik bulu menggunakan kakinya.

Sword bill Hummingbird

Gambar 10. Burung Madu Paruh Pedang (Ensifera ensifera).

Dari bentuk paruh yang sangat ekstrim inilah, burung madu ini mendapatkan namanya. Ensifera berasal dari bahasa latin Ensis dan ferre. Ensis berarti pedang dan ferre berarti membawa. Paruh burung ini didesain untuk mengisap kelenjar madu dari bunga berbentuk lonceng atau bermahkota panjang seperti sejenis markisa bernama Passiflora mixta.

Meskipun memiliki paruh yang sangat panjang, burung ini tampak sangat proporsional dan indah. Subhanallah. Begitu sempurna ciptaan yang Maha Kuasa.

Dari sepuluh burung berparuh unik yang kami nominasikan, burung inilah yang menunjukkan modifikasi paruh paling ekstrim sehingga layak menyandang gelar burung darat berparuh paling ekstrim di dunia.

 

Pos ini dipublikasikan di Fauna dan tag , , , , . Tandai permalink.