Burung-burung berparuh ekstrim (2)

Burung air adalah jenis-jenis burung yang hidup di sekitar perairan seperti kolam, rawa, danau, sungai dan laut. Dibandingkan dengan burung yang hidup di darat, burung air memiliki bentuk paruh yang lebih bervariasi.

Paruh yang bermacam-macam ini terbentuk melalui proses adaptasi yang panjang. Bentuk paruh biasanya menggambarkan jenis makanan burung tersebut serta bagaimana cara burung itu mendapatkan makanannya. Beberapa jenis burung air bahkan memiliki paruh yang begitu ekstrim, sehingga memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan burung air.

Pada postingan kali ini, Cakrawala akan membahas burung apa  yang layak dinobatkan sebagai burung air dengan paruh paling ekstrim.

  1. Cikalang Besar (Frigate)

Cikalang atau sering juga disebut Frigate adalah burung laut berukuran besar. Burung ini tersebar di seluruh lautan di dunia dan sering berkelana hingga ke pesisir pantai Indonesia. Cikalang termasuk penerbang akrobatik yang ulung.  Paruh Cikalang sedikit memanjang, kokoh dengan ujung berkait.

1.Fregata minor

Gambar 1. Burung Cikalang Besar Fregata minor. Dada merah menunjukkan burung jantandan dada putih betina. Sumber: Arkive.org.

Paruh ini berguna untuk menyambar ikan terbang dan ikan kecil lainnya yang melompat ke permukaan air saat dikejar dikejar pemangsa besar seperti Cakalang, Marlin, Tuna dan Lumba-Lumba.Paruh

Cikalang juga dikenal sebagai perompak yang merampas ikan yang dibawa burung lain. Dengan paruh berkaitnya yang kuat, Cikalang akan mematuk dan memaksa burung lain untuk melepaskan ikan bawaannya.

Saat ikan melayang jatuh, Cikalang akan terbang menukik, menyambar ikan tersebut dan membawanya pergi. Sifat Cikalang yang suka merampas ini dikenal sebagai Kleptoparasit.

Meskipun termasuk penerbang yang sangat mahir,  paruh Cikalang masih terlalu biasa untuk dinobatkan sebagai burung air dengan paruh paling ekstrim.

  1. Bangau Tongtong (Stork)

Bangau Tongtong termasuk keluarga burung bangau dengan ukuran tubuh yang sangat besar dengan leher dan kaki panjang. Berbeda dengan kuntul, kowak dan burung air lainnya, bangau Tongtong lebih menyukai habitat yang lebih kering. Burung ini tersebar di  daerah Tropis dan sub-topis di seluruh dunia.

2. Leptoptilos javanicus

 Gambar 2.  Leptoptilos javanicus (kiri atas), Jabiru mycteria  (kanan atas), Mycteria leucocephala (kanan bawah) dan  Leptoptilos dubius (kanan bawah). Sumber: Arkive

Paruh Bangau Tongtong kokoh, panjang, besar dan sedikit melengkung. Paruh ini digunakan untuk menangkap mangsa yang terdiri dai ikan, katak, serangga, cacing, burung kecil dan mamalia kecil. Kadang-kadang, bangau Tongtong mengunjungi tempat sampah untuk mencari sisa makanan dan bangkai. Bangau Tongtong tidak memiliki syrinx sehingga tidak dapat mengeluarkan suara alias bisu.

Dari hasil analisis Cakrawala, paruh yang besar dan panjang ini belum cukup untuk menjadikan Bangau Tongtong sebagai pemilik paruh paling ekstrim.

  1. Puffin

Burung Puffin adalah penyelam ulung berukuran sedang yang tersebar di Semenanjung Kamchatka hingga Alaska. Burung imut ini bersarang di puncak pulau-pulau terpencil yang dipagari dinding tebing yang terjal dan tinggi.

Makanan utama burung Puffin terdiri dari ikan-ikan kecil yang ditangkap saat menyelam. Burung ini mampu membawa 5-6 ekor ikan-ikan kecil untuk memberi makan anak yang masih berada di dalam sarang.

3. Tufted Puffin

Gambar 3. Tufted Puffin Fratecula cirrhata.

Paruh burung Puffin telah teradaptasi secara khusus agar dapat menangkap dan membawa ikan-ikan kecil. Paruh ini berbentuk pipih dan tegak dengan beberapa alur untuk mengurangi daya hambat dan turbulensi dalam air. Dengan paruh ini, burung Puffin mampu menyelam mengejar ikan yang bergerak cepat.

Andai saja postingan kali mencari burung dengan paruh yang paling imut, mungkin burung Puffin akan menjadi juaranya.

  1. Avocet

Berbeda dengan paruh burung pada umumnya yang melengkung ke bawah, paruh burung Avocet melengkung ke arah atas. Burung air ini banyak ditemukan di tepi pantai, daerah rawa dan teluk yang berlumpur. Menangkap serangga air dan hewan kecil lainnya dengan cara meraba dan menyapu lumpur menggunakan paruh yang bergerak ke kiri dan ke kanan.

4.Curvirostra

Gambar 4. Avoset Belang  Recurvirostra avosetta (kiri) dan Avoset Amerika Recurvirostra americana (kanan).

Sebagai burung air, Avocet dapat berenang dengan baik. Kaki dilengkapi dengan selaput. Burung ini dikenal sangat agresif mempertahankan daerah bersarangnya. Burung lain yang menyusup untuk bersarang di dalam daerah teritorial akan diusir secara paksa.

Meskipun memiliki paruh tak lazim, burung Avocet yang bernama lengkap Recurvirostra avosetta ini belum bisa dinobatkan sebagai burung air dengan paruh paling ekstrim.

  1. Gajahan Timur (Curlew)

Burung ini tak akan salah dikenali di lapangan. Untuk jenis burung pantai berlumpur, ukuran paruh Gajahan Timur tergolong  sangat panjang. Paruh yang panjang ini digunakan untuk menangkap hewan invertebrata kecil seperti kepiting, cacing dan hewan lain yang hidup di lumpur yang dalam.

5. Numenius madagascariensis

Gambar 5. Gajahan Timur (Numenius madagascariensis).

Gajahan Timur Numenius madagascariensis berbiak di Siberia, Semenanjung Kamchatka dan Mongolia. Saat musim dingin di belahan bumi utara, burung ini akan bermigrasi ke selatan menuju pantai di Australia. Selama migrasi, burung ini kerap singgah di sepanjang perjalanan termasuk pantai-pantai di Indonesia untuk mencari makan.

Sayangnya, ukuran paruh yang panjang ini belum memenuhi syarat untuk menyabet gelar sebagai burung air berparuh paling ekstrim.

  1. Black Skimmer

Black skimmer (Rynchops niger) adalah sejenis burung air seperti Camar yang tesebar di Amerika Utara dan Selatan. Salah satu ciri yang unik dari burung ini adalah paruh atas dan paruh bawah yang tidak simetris. Paruh atas berbentuk normal sedangkan paruh bawah sangat pipih dan jauh lebih panjang.

6. Black Skimmer

 Gambar 6. Bentuk paruh dan cara mencari makan dari burung sejenis Camar bernama Black Skimmer (Rhyncops niger).

Bentuk paruh Black Skimmer yang unik itu ternyata berkaitan dengan cara mencari makan yang juga tak lazim. Saat mencari makan, Black Skimmer akan melayang rendah di atas permukaan air dan mencelupkan paruh bawahnya untuk mendeteksi mangsa. Ikan kecil, udang, serangga dan Moluska yang tersentuh paruh bawah dengan sigap akan segera ditangkap oleh burung ini.

Cara mencari makan dan bentuk paruh yang tak biasa dari Black Skimmer belum mampu meyakinkan penulis untuk memilih burung ini sebagai pemilik paruh paling ekstrim.

  1. Paruh Sendok (Spoonbill)

 Paruh Sendok termasuk jenis bangau yang cukup dikenal, karena ujung paruhnya yang pipih melebar seperti sendok.  Paruh ini digunakan untuk  mendeteksi dan menangkap mangsa di dalam air. Bangau ini akan menggerak-gerakkan paruh dan kepalanya ke kiri dan ke kanan, Ikan, udang, serangga air yang terperangkap di dalam mulut akan segera di makan.

7. Platalea

Gambar 7. Jenis Paruh Sendok Platalea ajaja  (kiri atas), Platalea flavipes (kanan atas), Platalea regia (kiri bawah) dan Platalea leucorodia (kanan bawah).

Paruh yang lebar dari bangau ini masih belum se-ekstrim yang diharapkan sehingga harus dicari kandidat lain untuk dinobatkan sebagai burung dengan paruh paling ekstrim.

  1. Flamingo 

Anggun. Mungkin kata itu dapat menggambarkan karakter burung Flamingo. Dengan leher yang jenjang, kaki yang panjang, gerak yang gemulai dan warna bulu kemerahan, burung ini telah membuat banyak orang jatuh hati. Namun, yang membuat Flamingo masuk dalam daftar di postingan ini adalah bentuk paruhnya yang tak biasa.

Tidak seperti burung air lainnya yang memangsa ikan, Flamingo  mendapatkan makanannya dengan cara menyaring air. Saat mencari makan, Flamingo akan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan.

8. Carribean flamingo

Gambar 8. Flamingo Karibia Phoenicopterus ruber. Foto: natgeowild.

Paruh Flamingo dilengkapi dengan rambut-rambut penyaring (lamella) pada rahang bawahnya. Rambut ini akan menyaring plankton, udang halus dan alga hijau biru yang menjadi makanan utama Flamingo. Pigmen yang terkandung dalam makanan ini turut menentukan warna bulu Flamingo.

Terlihat jelas bahwa bentuk paruh dan cara mencari makan dari Flamingo memberikan pengaruh yang besar terhadap penampilan secara keseluruhan dari burung ini. Sayangnya, masih ada burung air lain yang memiliki paruh lebih ekstrim, yaitu burung Undan atau Pelikan.

9. Undan Kacamata (Pelican)

Pelikan adalah burung air yang populer. Tubuhnya sangat besar dengan rentang sayap 2,5 meter. Berat hingga 7,7 kg. Bagian tubuh Pelikan yang paling menyolok adalah paruh bawah yang berkantung. Paruh ini di desain untuk menangkap dan menciduk mangsa.

Makanan Pelikan bervariasi, mulai dari ikan, udang, kepiting, lobster air tawar, reptil, amphibia, telur bangau, anak bangau, papa bangau dan mama bangau. Pelikan juga tergolong burung Kleptoparasit yang menyerang burung lain untuk merampas ikan yang dibawanya.  Fakta yang lebih mengejutkan, burung Pelikan bahkan pernah terlihat menelan seekor anak anjing hidup-hidup. Meski terlihat imut, Pelikan ternyata adalah predator yang mematikan.

9. Pelecanus concispillus

Gambar 9. Undan Kacamata Pelecanus conspicillatus. Foto: Arkive.org.

Paruh pelikan memegang rekor sebagai paruh terbesar dalam dunia burung dengan panjang dapat mencapai 50 cm. Selain memiliki kantung seperti selaput, ujung paruh Pelikan juga memiliki kait. Mangsa yang besar biasanya akan dilumpuhkan dengan cara ditenggelamkan, sebelum ditelan bulat-bulat. Seperti pada kebanyakan burung air, Pelikan tidak  memiliki gigi yang tajam untuk memotong atau mengunyah daging mangsanya.

Sejauh ini, Pelikan tidak memiliki pesaing lagi untuk meraih gelar sebagai burung dengan paruh paling ekstrim. Dengan paruhnya yang besar dan berkantung, penampilan burung Pelikan terlihat sangat menyolok mata. Akan tetapi, sebelum memutuskan, mari kita lihat penantang terakhir, yaitu burung paruh-sepatu.

10. Burung Paruh Sepatu (Shoebill)

Burung paruh sepatu (Balaeniceps rex) atau Shoebill adalah burung air yang tinggi dan besar. Sekilas, bentuknya lebih mirip dinosaurus atau makhluk dari jaman purba. Paruh burung ini sangat lebar dan besar seperti sepatu atau mulut paus, sehingga mempengaruhi penampilan burung ini secara keseluruhan.

11. Shoebill-2

Gambar 10. Profil burung Paruh Sepatu Balaeniceps rex.

Badan dan kaki burung ini berukuran normal seperti burung bangau pada umumnya. Namun kepala dan leher burung Paruh Sepatu ini juga melebar mengikuti bentuk paruhnya, sehingga terlihat tak seimbang dengan bentuk badannya.

Pergerakan burung Paruh Sepatu termasuk lambat, burung ini lebih suka menyendiri dan berdiri diam mematung untuk mengamati keberadaan mangsa. Burung ini juga sangat pendiam, jarang bercanda apalagi tertawa. Meski demikian, garis melengkung diantara dua paruhnya mengesankan seolah-olah burung ini adalah burung yang ramah dan selalu tersenyum.

Berbeda dengan burung air lainnya, burung paruh sepatu bersifat lebih soliter. Burung ini juga tidak bermigrasi saat pergantian musim. Penyebarannya bergantung pada keberadaan alang-alang papyrus yang menjadi bahan baku membuat sarang dan ikan paru-paru yang menjadi makanan utamanya.

10. Shoebill-1

Gambar 11. Berbagai gaya dan ekspresi burung Paruh Sepatu saat di foto. Foto: dari berbagai sumber.

Burung paruh Sepatu adalah penguasa rawa-rawa besar di Afrika Timur mulai dari Sudan hingga Zambia. Bentuk paruhnya yang mengesankan, didesain untuk menggali tanah berlumpur di sekitar rawa. Makanan utamanya adalah ikan lele dan ikan paru-paru yang bersembunyi di bawah tanah berlumpur. Burung ini juga memakan ikan mujair, katak, kura-kura, ular air, biawak hingga bayi buaya.

Meskipun hanya berukuran setengah dari paruh Pelikan, paruh milik shoebill yang lebar terlihat lebih sangar dan ekstrim. Tampilan fisiknya yang menyerupai mahkluk purba pun menambah keanehan, keganjilan dan keistimewaan dari burung ini. Burung paruh sepatu juga dikenal sebagai satu dari lima jenis burung Afrika yang paling diinginkan oleh fotografer satwa liar untuk dipotret. Berdasarkan hal tersebut, Cakrawala menetapkan Shoebill sebagai burung air dengan paruh paling ekstrim.

Pos ini dipublikasikan di Fauna dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Burung-burung berparuh ekstrim (2)

  1. Ping balik: Burung-burung berparuh ekstrim (3) | Cakrawala

Komentar ditutup.