Batu Bacan Batu Impian (2)

Saat ini, beragam varian batu akik dapat ditemukan dengan mudah. Pencarian sumber-sumber bongkahan semakin sering dilakukan masyarakat di berbagai daerah seiring dengan meningkatnya permintaan dan harga batu akik.

Jenis-jenis batu akik baru pun bermunculan dari seluruh penjuru nusantara. Setiap daerah memiliki batu akik dengan ciri khasnya masing-masing.

Mengapa jenis batu akik di Indonesia begitu banyak?. Sebagaimana dengan batu mulia seperti intan, zamrud dan Sapphire, batu akik terbentuk melalui serangkaian proses geologi yang panjang.

Posisi Indonesia yang tepat berada di jalur cincin api, membuat negeri ini memiliki banyak gunung berapi terutama di sepanjang Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi Utara.

Pulau-pulau besar di Indonesia juga terbentuk melalui proses geologi yang rumit. Jawa, Sumatera, sebagian Kalimantan dan Sulawesi Barat berasal dari sempalan benua Laurasia.

Sebagian Kalimantan, Sulawesi Timur, Maluku dan Papua berasal dari sempalan benua Gondwana. Salah satu buktinya adalah intan di Martapura yang mirip dengan dengan intan yang ditambang dari benua Gondwana.

Proses geologi yang kompleks dan berbeda-beda di tiap-tiap pulau ini menciptakan jenis batu akik yang berbeda pula. Batu Bio-solar, Sungai Dareh dan Batu Aceh banyak ditemukan di Sumatera. Batu akik asal Jawa diantaranya adalah Kalimaya asal  Banten dan Pancawarna dari Garut.

Batu Kecubung banyak ditemukan di Kalimantan. Sisik Naga tersebar di sungai-sungai di Enrekang, Sulawesi Selatan. Batu Bacan, Obi dan giok lokal banyak dijumpai di Maluku Utara.

Dari ragam batu akik Nusantara yang begitu banyak, beberapa diantaranya akan diuraikan pada postingan kali ini.

Batu Bacan

Batu Bacan adalah batu akik yang paling terkenal di Indonesia. Aslinya berasal dari Pulau Kasiruta tetangga dekat Pulau Bacan di Propinsi Maluku Utara. Batu ini kerap dijuluki “batu hidup”, karena dapat berubah warna seiring berjalannya waktu. Jenis yang paling dihargai adalah batu bacan kristal yang tembus cahaya.

Secara umum, batu Bacan kristal dibagi menjadi dua varian, yaitu: Bacan Doko yang berwarna hijau dan Bacan Palamea yang berwarna biru azure atau biru laut. Batu Bacan yang masih “mentah” umumnya banyak mengandung kapur. Bacan mentah mudah pecah dan kurang baik dijadikan bahan baku batu akik.

Bacan-dody94.wordpress.com

Gambar 1. Cincin Batu Akik Bacan dan bongkahannya.

Batu Bacan sejatinya berasal dari tembaga yang mengalami oksidasi atau mengalami kontak dengan oksigen. Istilah populernya “berkarat”. Jika besi yang berkarat akan berwarna merah kuning kecoklatan, maka tembaga yang berkarat akan diselubungi warna kehijauan yang sangat mirip dengan dengan warna bongkahan seperti pada Gambar 1 di atas.

Dalam ilmu kebumian, batu Bacan dikenal sebagai Chrysocolla, suatu jenis mineral yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu sebagai bahan perekat dalam industri pembuatan perhiasan emas. Chrysocolla beradsal dari bahasa Yunani. Chrysos berarti emas dan colla berarti lem atau perekat.

Dibandingkan batu akik lainnya, batu Bacan tergolong lunak. Skala kekerasannya hanya mencapai 2,5-3,5 Mohs. Meskipun demikian, batu Bacan bisa menjadi lebih keras bahkan berbentuk kristal, karena berikatan dengan mineral lainnya. Jenis mineral yang kerap berikatan dengan Batu Bacan adalah quartz, limonite, azurite, malachite, cuprite, spertinite dan silica.

Badar Besi

Badar Besi adalah sejenis batuan yang berwarna kehitaman, hitam perak, hitam kecoklatan atau campuran warna hitam dan merah. Dalam ilmu kebumian, badar besi tergolong dalam kelompok batuan Hematite atau Haematite karena tampilan warna merahnya serupa darah (Bahasa Yunani, Haema= darah).

Badar besi tersusun dari campuran mineral besi yang mengkristal pada suhu 950-1.000 derajat Celcius di dalam perut bumi. Kristal yang terbentuk tergolong cukup keras dengan nilai 5-6 pada skala Mohs. Namun, kristal ini tidak tembus cahaya.

Badar Besi-dody94.wordpress.com

Gambar 2. Cincin Batu Akik Badar Besi dan bongkahannya

Campuran mineral besi yang tidak mengkristal seringkali terkandung dalam lumpur yang mengeras. Lumpur kemerahan yang mengandung mineral besi ini disebut ochre atau kapur merah dan menjadi salah satu bahan pewarna merah yang digunakan oleh manusia purba untuk melukis dinding-dinding gua.

Bahan pewarna ini sangatlah awet dan dapat bertahan hingga ribuan tahun. Namun, komposisi tepat dari bahan pewarna yang digunakan oleh manusia purba ini hingga kini masih menjadi misteri.

Kadang-kadang Badar Besi memiliki sifat magnetik. Fenomena ini muncul jika atom-atom besi yang menyusun Badar Besi tersusun sedemikian rupa akibat derajat suhu pembentukan yang tinggi.

Bio Solar

Bio Solar adalah sejenis batu akik berwarna coklat gelap yang berasal dari Aceh. Batu ini tersusun dari mineral Silika yang membentuk kristal dan terperangkap di dalam deposit sedimen batuan gamping. Dalam ilmu kebumian, Bio Solar ini dikenal sebagai Idocrase atau Vesuvianite.  Batu ini cukup keras dengan nilai 6-7 pada skala Mohs.

Biosolar-dody94.wordpress.com

Gambar 3. Cincin Batu Akik Bio-Solar dan bongkahannya

Idocrase memiliki warna bermacam-macam mulai dari coklat, biru, hijau atau kuning. Warna ini bergantung pada mineral pengotor yang terdapat didalam batu tersebut. Jika batu tersebut bercampur dengan tembaga dan membentuk campuran Kalsium Alumunium Sorosilikat, maka batunya akan berwarna biru langit.

Kalimaya

Kalimaya adalah salah satu batu akik yang paling berwarna-warni. Struktur batu Kalimaya tidak berbentuk kristal, melainkan tersusun dari Silika yang menyerupai gelas (amorf) dan bercampur dengan air.

Dalam ilmu kebumian, Kalimaya dikenal dengan nama Opal. Para ahli menggolongkan Opal sebagai mineral semu (mineraloid) karena tidak terbentuk dari kristal murni. Opal umumnya terbentuk dalam rekahan batuan limonite, batu pasir, rhyolite, Marl dan Basal  pada suhu rendah. Negara penghasil batu Opal terbanyak di dunia adalah Australia dan Ethiopia.

Kalimaya-dody94.wordpress.com

Gambar 4. Cincin Batu Akik Kalimaya dan bongkahannya

Opal memiliki banyak varian warna dasar, mulai dari: bening (tansparan), putih, abu-abu, oranye, kuning, hijau, biru, zaitun, merah dan hitam. Batu Opal kualitas tinggi memiliki struktur internal yang dapat mendifraksi (menghamburkan) cahaya sehingga memunculkan warna-warni yang indah. Di Indonesia, Kalimaya banyak ditemukan di daerah Banten.

Kecubung

Amethyst adalah batu yang terbentuk dari kristal mineral Kuarsa Silikon dioksida (SiO2) berwarna ungu. Batu ini cukup keras. Memiliki nilai 6-7 pada skala Mohs. Amethyst termasuk batu yang tembus cahaya.

Nama Amethyst berasal dari bahasa Yunani A= tidak dan methystos= keracunan. Masyarakat Yunani Kuno percaya jika pemilik batu ini tidak akan mudah mabuk jika mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Kecubung-dody94.wordpress.com

Gambar 5. Cincin Batu Akik Kecubung dan bongkahannya

Di Indonesia, Batu Amethyst lebih dikenal dengan nama Kecubung. Batu ini cukup populer dan banyak disukai kaum hawa. Negara penghasil batu Kecubung paling terkenal adalah Siberia (Rusia), Brazil dan Sri Langka.

Kembang Teratai

Kembang Teratai termasuk batuan fosil. Batu ini terbentuk dari sisa-sisa rangka kapur hewan karang yang bercampur dengan mineral Kalsit dan Aragonit yang mengkristal. Batu ini banyak mengandung senyawa Kalsium Karbonat (CaCO3).

Kembang Teratai-dody94.wordpress.com

Gambar 6. Cincin Batu Akik Kembang Teratai dan bongkahannya

Kembang Teratai dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Rangka kapur dari sisa-sisa hewan karang yang hidup di masa lalu ini sangatlah rapuh. Namun, karena telah berikatan dengan mineral yang mengkristal, batu yang terbentuk menjadi lebih keras. Nilai kekerasan batu Kembang Teratai berkisar antara 4-6 pada Skala Mohs.

Obi

Sesuai dengan namanya, batu ini berasal dari Pulau Obi di Maluku Utara. Batu Obi terbentuk dari mineral Silikon dioksida atau silika dengan dengan campuran butiran mineral Kuarsa dan Moganite yang sangat halus. Dalam ilmu kebumian, batu Obi tergolong dalam kelompok batuan Chalcedony atau Kalsedon.

Batuan Kalsedon memiliki varian yang sangat banyak, diantaranya adalah Agate (batu bergaris), Moss Agate, Aventurine, Carnelian, Chrysophrase, Heliotrope dan Onyx. Batu Kalsedon tergolong keras dengan nilai 6-7 pada skala Mohs.

Obi-dody94.wordpress.com

Gambar 7. Cincin Batu Akik Obi dan bongkahannya

Batu Obi cukup terkenal di Indonesia. Batu ini memiliki warna bervariasi mulai dari Coklat gelap, Coklat Madu, Coklat terang, kuning hingga merah. Batu ini bersifat semi transparan yang dapat meneruskan cahaya. Batu Obi berkualitas tinggi umumnya mampu melewatkan cahaya dengan baik karena memiliki serat batu yang sangat halus.

Pancawarna

Pancawarna adalah batu Akik berwarna warni yang berasal dari Garut Jawa Barat. Konon, batu ini pertama kali ditemukan oleh Pak Endong tahun 1994. Pancawarna mendapatkan namanya dari tampilan batu yang membentuk motif dari campuran beberapa warna berbeda. Masing-masing warna merepresentasikan mineral pengotor yang berbeda pula.

Pancawarna-dody94.wordpress.com

Gambar 8. Cincin Batu Akik Pancawarna dan bongkahannya

Batu Pancawarna termasuk varian batu Kalsedon yang disebut Agate. Batu ini masih berkerabat dekat dengan batu Obi. Campuran dari beberapa mineral membuat batu ini tidak sekeras batu Obi dengan nilai 5-6 pada skala Mohs.

Satam

Satam merupakan salah satu jenis batuan yang unik. Batu ini berasal dari guguran komet atau asteroid yang melintas dekat bumi. Akibat, gaya gravitasi, batu-batu ini tertarik masuk ke dalam atmosfir bumi, jatuh dengan kecepatan tinggi, bergesekan dengan udara dan habis terbakar.

Sisa-sisa batuan yang mencapai bumi umumnya berukuran kecil dan dikenal dengan nama batu Satam. Batu ini sangat keras karena mengandung kadar besi yang tinggi. Besi ini bercampur dengan nikel atau Silika. Batu ini lebih dikenal dengan sebutan Meteorite.

Batu Satam-dody94.wordpress.com

Gambar 9. Cincin Batu Satam dan bongkahannya.

Batu Satam termasuk jarang. Umumnya batu Satam lebih mudah ditemukan di daerah yang pernah mengalami hujan meteorit seperti di Kepulauan Bangka dan Belitung. Batu Satam terbesar yang pernah ditemukan adalah Meteorite Hoba, di Namibia Afrika. Batu ini memiliki ukuran 2,7 meter dengan estimasi berat sebesar 60 ton.

Sisik Naga

Batu Sisik Naga terbentuk dari rekahan batuan sedimen yang terisi oleh material berupa mineral yang berbentuk semen. Batu ini berasal dari endapan tanah atau lumpur yang mengalami sedimentasi, membatu, terangkat dan tersingkap ke permukaan, kemudian terbawa aliran air menuju sungai-sungai. Proses ini disebut konkresi. Sedangkan batuan yang terbentuk seperti batu Sisik Naga disebut Septarian Nodule.

Sisik Naga-dody94.wordpress.com

Gambar 10. Cincin Batu Akik  Sisik Naga dan bongkahannya

Batu Akik Sisik Naga memiliki tampilan yang unik. Motifnya seperti rekahan tanah kering di sawah pada musim Kemarau atau bermotif halus seperti tulang-tulang daun. Batu ini banyak ditemukan di Sungai-Sungai Enrekang terutama di sekitar aliran Sungai Sa’dan. Sebuah sungai besar yang meliuk-liuk seperti seekor Naga.

Sungai Dareh

Batu Sungai Dareh masih bersaudara dekat dengan batu Bio Solar. Kedua jenis batu ini tergolong batu Idocrase. Jika Bio Solar berwarna coklat gelap, maka batu Sungai Dareh berwarna hijau muda, seperti warna daun Lidah Buaya.

Proses pembentukan batuan ini mirip dengan pembentukan Marmer yang tergolong batuan metamorf, dimana material pembentuk batu berupa zat kapur mendapatkan tekanan yang sangat besar pada suhu ekstrim di dalam perut bumi. Batu ini tersusun dari mineral Silika yang membentuk kristal dan terperangkap di dalam deposit sedimen batuan gamping

Sungai Dareh-dody94.wordpress.com

Gambar 11. Cincin Batu Akik Sungai Dareh dan Bongkahannya

Batu Sungai Dareh berasal dari Kabupaten Dharmasraya di Sumatera Barat. Batu ini cukup populer, bersifat semi transparan, tembus cahaya dan berwarna indah.

Masih banyak ragam batu akik nusantara yang tidak sempat penulis uraikan pada postingan kali ini. Bagi penulis, batu akik hanyalah benda mati yang memiliki nilai estetika. Adapun rezeki, wibawa, pesona, pengasihan, umur, kesehatan dan jodoh hanyalah dari Allah SWT semata. Semoga kita tidak terjebak dalam kesyirikan dan kemusyrikan, sebuah rating dosa terbesar yang tidak akan diampuni oleh yang Maha Kuasa.

Pos ini dipublikasikan di Kebumian dan tag , , , , . Tandai permalink.