Burung-burung terindah

Di antara semua makhluk ciptaan Ilahi, mungkin burung termasuk salah satu hewan yang paling indah. Pada postingan kali ini, kami mencoba menyusun daftar selusin kelompok burung yang paling mempesona dari seluruh dunia. Komposisi warna, keunikan dan kerumitan dekorasi tubuh menjadi salah satu pertimbangan bagi kami dalam menyusun daftar ini. Status burung sebagai maskot atau burung nasional suatu negara akan menjadi nilai tambah tersendiri. Pada akhirnya, urutan dalam daftar ini hanyalah sebagai bagian dari materi postingan belaka. Keputusan final, tetaplah berada di tangan sobat-sobat semua…

1. Pheasant (Suku Phasianidae)

Pheasant jantan termasuk burung berukuran besar dengan ekor yang panjang dan bulu yang sangat indah. Kelompok burung ini lebih banyak menghabiskan waktunya di tanah, mulai dari hutan tepi pantai, padang rumput terbuka hingga hutan pegunungan berhawa sejuk. Beberapa jenis diantaranya sudah sangat jarang ditemukan dan terancam punah.

Ayam hutan, sempidan, kuau dan burung merak adalah beberapa di antara anggota kelompok burung ini. Namun, sebagian orang menganggap burung Pheasant emas (Golden Pheasant) sebagai burung yang paling indah di dunia. Warna kuning emas di sekujur tubuh, berpadu dengan warna biru dan hitam di punggung serta mozaik coklat-hitam di leher menjadikan komposisi warna jenis burung ini begitu sempurna. Ekor yang sangat panjang dengan campuran warna coklat dan hitam pun semakin menambah pesona (Gambar 1).

Gambar 1. Pheasant Emas (Chrysolophus pictus), burung terindah di dunia. Burung ini berasal dari hutan-hutan pinus di pegunungan sebelah barat China.

Gambar 2. Kelompok burung Phasianidae. Searah jarum jam: bentuk “mata” dari ekor merak biru jantan Pavo cristatus (kiri atas), Pheasant Emas Chrysolophus pictus, Kuau Kerdil Kalimantan Polyplectron schleiermacheri (kanan bawah), Kuau kerdil Palawan Polyplectron napoleonis (kiri bawah). Sumber Gambar: Wikipedia.

Struktur bulu burung merak yang pandai berlenggak-lenggok, bak model di atas catwalk itu, sebenarnya tergolong rumit.  Tidak heran, jika Darwin sang pencetus teori evolusi menjadi bingung, saat menjelaskan proses evolusi dari bulu merak ini, dalam bukunya On the Origin of Species. Hingga kini dikenal 2 spesies burung merak, yaitu:  merak biru  Pavo cristatus yang hidup di India dan sekitarnya serta merak hijau yang tersebar di Asia tenggara. Di Indonesia, Merah hijau hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa.

Kuau kerdil (Peacock-Pheasant) termasuk burung langka yang tersebar di Asia Tenggara. Meskipun kurang dikenal orang, tingkah laku burung ini saat musim berbiak sangatlah menarik. Saat menggoda betina, sang jantan akan mengembangkan ekornya menyerupai kipas yang penuh ornamen dan berkilauan.

Sebagian besar burung ini memiliki daerah sebaran terbatas dan bersifat endemik.  Semenanjung Malaya, Indo-china, Myanmar, Pulau Hainan, Sumatera dan Kalimantan memiliki jenisnya sendiri yang tidak ditemukan di tempat lain. Hingga kini, diketahui 8 jenis kuau kerdil di seluruh dunia. Seluruhnya hanya ditemukan di Asia.

Jenis  Kuau kerdil Hainan termasuk salah satu burung paling langka di dunia. Kuau kerdil abu-abu dikenal sebagai burung nasional Myanmar. Sedangkan Kuau Kerdil pulau Palawan-Filipina (Gambar 1) dikenal sebagai spesies Kuau kerdil yang paling indah.

Pheasant emas termasuk burung yang sangat populer di kalangan penangkar dan hobiis burung di Eropa dan Amerika. Warna burung yang sangat indah dan perangainya yang ramah sangat disukai orang. Pemeliharaannya pun relatif mudah. Sebagian besar Pheasant Emas yang ada dipasaran saat ini merupakan hasil penangkaran.

Burung ini pertamakali ditemukan di daerah hutan Pinus di Pegunungan Barat China. Meskipun menjadi burung hias yang sangat populer, kehidupan alami burung  ini di habitat aslinya tidak banyak diketahui dan hingga kini masih tetap menjadi misteri.

2. Cendrawasih (Suku Paradiseaidae)

Cendrawasih adalah salah satu kelompok burung tropis yang paling indah dan populer di dunia. Tingkah laku  burung jantan saat musim kawin  di pohon peragaan, membangkitkan decak kagum bagi siapa pun yang melihatnya. Sobat-sobat dapat melihat peragaan bulu Cenderawasih yang sangat indah ini, di film dokumenter BBC, Attenborough in Paradise yang dibintangi narator film dokumenter ternama, Sir David Attenborough. Oleh karena keindahannya, Linnaeus memberi nama Paradisaea atau burung surga untuk beberapa jenis Cenderawasih terbesar.

Gambar 3. Burung Cendrawasih. Searah jarum jam: Cendrawasih kuning kecil Paradisaea minor (kiri atas), Cendrawasih Mati kawat Seleucidis melanoleuca (tengah atas), Cendrawasih Wilson Cicinnurus respublica (kanan atas), Parotia Wahnes Parotia wahnesi (kanan bawah) dan Cendrawasih merah Paradisaea rubra (kiri bawah).

Bagi Ornitolog (ahli burung), Cenderawasih dianggap sebagai salah satu keluarga burung dengan modifikasi bentuk dan dekorasi tubuh yang paling ekstrim, unik dan mencengangkan. Keanekaragaman dekorasi tubuh dari masing-masing spesies Cendrawasih juga luar biasa. Tiap jenis memiliki hiasan tubuhnya sendiri.

Burung Paruh Sabit misalnya, memiliki paruh panjang melengkung yang tidak lazim, seperti paruh milik burung Isapmadu. Jenis Astrapia terlihat menarik, dengan bulu ekornya yang lebar dan panjang bak selendang bidadari. Burung Parotia (Gambar 3), menggoda betina dengan membentangkan bulu-bulu dadanya yang berkilauan.

Pada Gambar 3 di atas, Cendrawasih merah terlihat berterus terang, menyatakan cintanya pada betina pujaan hati, dengan membentangkan sepasang pita kawat di ekornya, membentuk simbol hati (heart/love). Amboiii, sungguh romantis….

Jenis Cenderawasih lainnya seperti Cendrawasih Wilson (Gambar 3), terlihat menyolok dengan warna kepala dan warna tubuh yang kontras. Cenderawasih Panji, nampak gagah dengan hiasan seperti bendera (umbul-umbul) di sisi kepalanya yang sangat panjang. Kiranya, tak ada burung di dunia ini yang dekorasi tubuhnya seelok burung Cendrawasih.

Cendrawasih tersebar mulai dari Kepulauan Maluku, Australia Utara, Papua hingga pulau-pulau kecil di sebelah timur Papua Niugini (PNG). Hingga kini dikenal tidak kurang dari 40 spesies burung Cenderawasih. Banyak dari burung ini tergolong spesies endemik Nusantara yang tidak ditemukan di tempat lain, misalnya: Cenderawasih Merah dan Cendrawasih Wilson (Gambar 3), dari pulau Bantanta dan Waigeo, di Kepulauan Raja Ampat, bidadari Halmahera, Astrapia dan Parotia dari Pegunungan Arfak. Cendrawasih biru yang eksotis merupakan spesies endemik Papua Niugini yang tidak ditemukan di Indonesia.

3. Cock of the rock (Cotingidae)

Cock of the rock adalah sejenis burung indah berukuran sedang (20-40 cm) dari Amerika selatan. Burung ini mendapatkan namanya, dari tempat bersarangnya yang berada di daerah bukit berbatu di tepian hutan. Burung ini terdiri dari 2 spesies, yaitu: Guyana Cock of The Rock  Rupicola rupicola yang tersebar di dataran tinggi Guyana termasuk  Suriname, Kolumbia Timur, Venezuela selatan, Amazonia Brazil serta Andean Cock of The Rock Rupicola peruvianus yang  tersebar di daerah hutan pegunungan Andes yang meliputi: Venezuela, Ekuador, Peru dan Bolivia.

Gambar 4. Guyana cock-of-the-rock Rupicola rupicola jantan dengan hiasan kepalanya yang aneh. Mahkota setengah lingkaran ini tampak mekar saat pejantan berusaha memikat burung betina. Sumber: Wikipedia.

Guyana Cock of the Rock adalah salah satu burung yang paling indah sekaligus paling janggal di Amerika selatan. Seluruh tubuh burung ini diselimuti oleh bulu berwarna jingga yang sangat menyolok. Kepala dilengkapi mahkota setengah lingkaran yang sangat tidak lazim bagi bangsa burung. Namun yang paling aneh dari semuanya adalah ritual kawin saat musim berbiak yang rumit sekaligus unik.

Sekitar 30-40 ekor burung jantan, akan berkumpul bersama-sama  di semacam lapangan di tepian hutan.  Lapangan ini berupa sebuah area peragaan yang terdiri dari cabang pohon rendah atau tanah kosong yang bersih dari serasah daun kering. Seluruh burung akan berusaha menari sebaik mungkin, dengan mengembangkan bulu tubuh dan mahkotanya yang indah.

Gerakan memutar, mematuk dan kicauan dengan nada tertentu akan dilakukan oleh pejantan untuk memikat betina. Begitu ekstrimnya peragaan bulu ini, sehingga saat mahkota di kepala dan bulu di punggung mengembang, spesies ini sudah kelihatan tidak berbentuk seperti burung lagi seperti terlihat pada Gambar 4.

Burung betina yang tertarik akan mendekat dan memilih salah satu pejantan untuk mengawininya. Betina akan membuat sarang dari campuran lumpur, daun dan ranting. Sarang ini dilekatkan dengan air liur ke dinding batu di bukit yang tinggi.  1 atau 2 telur akan dierami selama 27-28 hari. Pejantan tidak memiliki peran saat membuat sarang dan mengerami telur.Pejantan bersifat poligami.

Guyana cock of the rock termasuk burung yang sangat pemalu dan agak sulit didekati. Sebagian besar makanannya terdiri dari buah-buahan. Oleh IUCN, burung ini dianggap masih memiliki resiko rendah (Least Concern) terhadap kepunahan karena populasinya yang masih banyak dan daerah sebarannya yang luas.

Gambar 5. Andean cock-of-the-rock Rupicola peruvianus, salah satu burung terindah dari Amerika Selatan. Betina tampak di bagian bawah tengah.  Burung ini dikenal sebagai burung Nasional Peru.

Andean cock of the Rock berukuran sedikit lebih besar dari sepupunya di Guyana. Ciri khas burung ini terletak pada mahkotanya yang seperti jambul penyanyi rock era 80-an dan warna bulu punggungnya yang abu-abu kebiruan. Makanan burung ini terdiri dari buah-buahan, serangga serta reptil kecil seperti kadal dan katak. Saat musim kawin, burung yang kurang waspada dari spesies ini akan dimangsa oleh elang, puma, jaguar, kucing ocelot dan ular boa pembelit. Sarang dibuat di mulut gua atau dinding bukit yang tinggi. Burung ini dapat ditemukan pada ketinggian 500-2400 m dpl.

4.Bangau (Suku Gruidae)

Anggun. Inilah kesan pertama yang selalu terbetik di benak kami, saat melihat spesies burung yang indah ini. Dengan paruh meruncing, leher yang jenjang dan kaki yang panjang, burung bangau terlihat elok saat melintas di tepian rawa. Tarian dan nyanyian bangau saat musim berbiak melambangkan romaBurung bangau termasuk burung liar yang populer sejak lama. Berbagai puisi

Gambar 6. Beberapa jenis Bangau terindah. Bangau Demoiselle Anthropoides virgo asal Asia Tengah, Bangau Sarus India Grus antigone memiliki tinggi 1,8 meter, tercatat sebagai bangau tertinggi di dunia (tengah atas), Bangau Abu-Abu bermahkota Balearica regulorum asal Afrika, (kanan atas dan kanan bawah), Kuntul Kerbau Bubulcus ibis (Ardeidae) banyak ditemukan di Indonesia (tengah bawah), Bangau Jepang Grus japonensis dengan berat mencapai 10 kg termasuk spesies bangau terberat, sangat terkenal dengan tariannya yang indah di atas hamparan salju (kiri bawah).

Gambar 7. Bangau Abu-Abu bermahkota Balearica regulorum. Bangau terindah di dunia ini adalah burung nasional negara Uganda. Bangau ini memiliki daerah sebaran yang luas di Afrika bagian selatan dan tengah.

5.Bebek/Itik (Suku Anatidae)

Bagi sebagian orang, bebek dianggap sebagai unggas biasa yang berisik. Tokoh kartun Donald bebek yang ramai dan selalu bernasib sial atau Paman Gober yang pelit, mungkin harus bertanggung jawab atas reputasi kaum bebek yang mengenaskan ini. Tapi siapa sangka, beberapa jenis bebek di belahan bumi utara, memiliki warna dan bentuk tubuh yang elok, sehingga masuk  dalam daftar di postingan ini sebagai burung terindah. Salah satunya adalah Bebek Mandarin, bebek terindah di dunia.

Bebek Mandarin memiliki tubuh yang kecil dengan pola warna yang indah. Paruh berwarna merah. Puncak kepala berwarna hitam, daerah sekitar mata berwarna putih dan leher berwarna coklat dengan bulu yang panjang. Leher bawah berwarna ungu dan hitam dengan 2 baris putih melintang dekat sayap bagian depan. Bagian bawah berwarna putih. Salah satu bagian yang paling unik adalah adanya modifikasi bagian belakang sayap yang meninggi seperti layar. Profil bebek Mandarin dapat dilihat pada Gambar 4 di bawah ini.

Gambar 8. Bebek Mandarin Aix galericulata.

Bebek mandarin termasuk burung air yang populer di danau dan taman di Inggris dan negara Eropa lainnya. Secara alami bebek Mandarin ditemukan di Siberia timur, Jepang dan China timur. Umumnya menempati habitat danau di tengah hutan temperata yang lebat. Makanannya terdiri dari biji-bijian, tumbuhan air serangga dan keong kecil. Bebek ini semakin terancam akibat hilangnya habitat dan perburuan. Populasi terbesar ditemukan di Jepang dengan perkiraan sebesar 10.000 eko. Di China dan Siberia, populasi bebek mandarin hanya tersisa 2000 ekor saja.

Gambar 9. Beberapa jenis bebek yang paling indah. Searah jarum jam: Bebek mandarin Aix galericulata (kiri atas),Bebek mahkota merah Netta rufina (kanan atas), itik kayu Aix sponsa dari Amerika utara (kanan bawah), Bebek Ruddy Oxyura jamaicensis (tengah bawah).

Bebek mandarin membuat sarang di atas pohon yang dekat dengan danau. Berbeda dengan bebek lainnya, bebek ini termasuk pasangan monogami seumur hidupnya. Pemandangan anak bebek di tepian danau yang berenang di belakang induknya sangatlah menyentuh. Induk bebek yang berenang lembut, saat anaknya meloncat naik ke atas  punggung akan meninggalkan kesan humanis yang mendalam. Tidaklah mengherankan, jika masyarakat China kuno, menganggap bebek mandarin sebagai simbol keutuhan, kesetiaan dan keharmonisan rumah tangga.

6. Kakatua, Nuri dan Parkit (Cacatuidae dan Psittacidae)

Burung paruh bengkok termasuk kelompok burung yang unik dalam dunia hewan.  Bentuk  tubuh (terutama paruh dan kaki) tidaklah lazim dan sangat mudah dikenali. Sesuai namanya, burung ini memiliki paruh yang besar, kokoh dan melengkung tajam untuk memecah biji-bijian yang berkulit keras.

Kaki memiliki 4 jari dengan susunan yang unik. Jari ke 2 dan ke 3 menghadap ke depan. Sedangkan jari pertama dan ke 4 menghadap ke belakang. Susunan jari seperti ini disebut Zigodactyly.

Burung paruh bengkok termasuk dalam bangsa Psittaciformes yang terbagi menjadi 2 suku, yaitu: Kakatua (Cacatuidae) dan Paruh bengkok sejati (Psittacidae).

Cacatuidae mencakup 21 spesies burung paruh bengkok yang memiliki sebaran terbatas di Indonesia timur, Filipina, Papua Niugini Australia dan Kepulauan Solomon. Sedangkan Psittacidae tersebar luas di benua Asia, Afrika, Australia dan Oseania. Suku Psittacidae beranggotakan sekitar 330 spesies, meliputi: burung Macaw, betet (parkit), Nuri (Lory), Rosella, Budgerigar dan Lovebird (Agapornis sp).

Gambar 10. Burung Kakatua dan Nuri Nusantara. Searah jarum jam: Kakatua kecil jambul kuning Cacatua sulphurea citrinocristata endemik Pulau Sumba (kiri atas), Kakatua Putih Cacatua alba endemik Maluku Utara (tengah atas), Nuri Raja Sayap Kuning Alisterus chloropterus endemik Papua (juga ada di Papua Niugini), Kakatua Maluku Cacatua moluccensis, endemik Maluku terutama di Pulau Seram (tengah bawah), Kakatua Raja Probosciger aterrimus, jenis Kakatua terbesar, daerah sebaran mencakup seluruh Papua dan sedikit di Australia Utara.

Kakatua memiliki paruh tak simetris yang besar, tebal, kokoh dan melengkung tajam. Bagian kepala dihiasi bulu mahkota yang indah. Bulu tubuh kakatua, biasanya didominasi oleh satu warna saja, yaitu putih, abu-abu kehitaman atau merah muda-jingga salmon. Pembawaannya selalu ceria dan jenaka, sehingga populer dijadikan  satwa kesayangan. Ukuran tubuh kakatua juga lebih besar dibandingkan dengan burung paruh bengkok lainnya (Gambar 10).

Kakatua bersifat monogami dan membuat sarang di dalam lubang di batang pohon yang besar. Burung ini sering terbang dalam satu kawanan besar saat menjelajah kawasan hutan untuk mencari makanan. Biji-bijian, umbi, buah-buahan, bunga dan serangga adalah jenis makanan yang sukai kakatua.

Berbeda dengan kakatua, burung nuri tidak memiliki mahkota di kepala. Ukuran tubuh dan paruhnya juga lebih kecil. Akan tetapi, warna bulu di tubuh nuri jauh lebih menyolok dan bervariasi (Gambar 11).

Pada jenis nuri tertentu seperti nuri bayan, perbedaan bulu jantan dan betina ini demikian kontras, sehingga di masa lalu,  sepasang nuri ini pernah dianggap sebagai 2 spesies yang terpisah. Nuri bayan (Ecletus roratus) betina memiliki bulu didominasi oleh warna merah dan ungu yang atraktif. Sedangkan bulu jantan didominasi warna hijau.

Gambar 11. Aneka burung Paruh Bengkok. Macaw leher biru Ara glaucogularis endemik Bolivia (kiri atas), Betet/Parkit Emas Guaruba guarouba, daerah sebaran di utara Brazil/Amazon dan termasuk salah satu jenis parkit termahal (tengah atas). Nuri Raja Australia Alisterus scapularis adalah nuri endemik Australia Timur (kanan atas). Eastern Rosella Platycercus eximius, termasuk kakatua yang cerdas dengan warna paling menyolok. Endemik Australia dan Tasmania (kanan bawah). Nuri Bayan betina Ecletus roratus, tersebar luas di Sumba, Papua, Kepulauan Solomon dan Australia. Betina berwarna lebih menyolok dibandingkan jantan (tengah bawah). Macaw Hyacinth Anodorhynchus hyacinthinus, burung paruh bengkok terbesar di dunia, memiliki daerah sebaran terbatas di sekitar  hutan Amazon. Burung ini terancam punah karena degradasi habitat dan perburuan ilegal. Burung ini juga termasuk salah satu hewan peliharaan yang paling populer (kiri bawah).

Selain Indonesia dan Australia, burung paruh bengkok banyak ditemukan di Amerika Selatan, terutama di sekitar kawasan Amazonia yang berhutan tropis. Burung Macaw tersebar luas di daerah ini. Ukuran tubuhnya sangat besar. Macaw hiacynth, misalnya, sangat populer di dunia hiburan dan dikenal sebagai jenis burung paruh bengkok terbesar di dunia.

Burung paruh bengkok tergolong burung yang cerdas dan mudah dilatih. Selain dapat menirukan suara manusia, burung ini juga kerap tampil di panggung pusat hiburan seperti gelanggang samudera dan Taman burung untuk menunjukkan keahliannya menggunakan berbagai jenis alat dan permainan yang atraktif.

7. Toucan (Rhampastosidae)

Toucan dikenal sebagai salah satu burung paling populer di Amerika tengah dan selatan. Tubuh berukuran sedang (30-70 cm) dengan warna dominan hitam. Bulu lehernya kuning cerah. Paruh sangat besar dan  menyolok, mirip burung Rangkong. Ekor dan sayap pendek saja. Bentuk tubuh yang tak lazim ini menimbulkan kesan imut dan lucu bagi Toucan. Wajar saja jika Toucan menjadi burung favorit dan disayangi banyak orang.

Burung Toucan termasuk spesies burung pemakan buah (frugivor). Kadang-kadang, burung ini juga menyantap serangga, reptil kecil seperti kadal dan telur burung lain sebagai sumber protein tambahan. Bagian dalam paruh Toucan yang sangat besar itu, sebenarnya, tersusun dari zat tanduk (keratin) berlubang-lubang yang bentuknya menyerupai sponges. Kondisi demikian menjadikan bobot paruh Toucan sangat ringan.

Paruh Toucan berguna untuk menyibak dedaunan sehingga memudahkan burung imut ini menjangkau buah-buahan hutan yang menjadi makanannya. Menurut sebagian ahli burung, paruh Toucan juga berperan penting dalam pengaturan suhu tubuh (thermoregulasi).

Gambar 12. Toucan adalah burung populer dari Amerika Tengah. Paruhnya yang sangat besar dan berwarna-warni serta tingkahnya yang lucu sangatlah menarik hati. Anggota suku Rhampastidae meliputi 40 jenis, semuanya tersebar di Amerika tengah, Amerika selatan dan Karibia. Marga Rhampastos meliputi 8 jenis. 3 diantaranya dapat dilihat pada gambar di atas. Searah jarum jam: Toucan Chesnut billet Rhampastos swainsonii (kiri), Toucan Channel-billed Rhampastos vitellinus ariel (kanan atas), Toucan Keel-billed Rhampastos sulfuratus ( kanan bawah). Spesies terakhir dikenal sebagai burung nasional negara Belize.  Sumber: Wikipedia.

Burung Toucan bersarang di lubang-lubang pohon yang besar yang dibuat oleh burung pelatuk. Paruh burung Toucan tidak cukup kuat untuk dipakai melubangi kayu. Setiap sarang berisi 2-4 telur dari satu pasangan tetap. Saat buang hajat di sembarang tempat, secara tidak sengaja, burung Toucan telah menyebarkan biji-bijian yang telah dicernanya ke seluruh pelosok rimba, sehingga burung ini memiliki peran yang sangat vital dalam regenerasi hutan tropis.

8. Tanager (Thraupidae-Cardinalidae)

Tanager adalah kelompok burung berwarna-warni sangat menyolok dari benua Amerika. Burung yang indah ini berukuran kecil hingga sedang (panjang 9-28 cm), terbagi dalam puluhan marga dengan jumlah spesies diperkirakan mencapai 240 jenis. Daerah sebaran burung Tanager sebagian besar berada  di sekitar hutan Amazon dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Sisanya tersebar di Amerika tengah dan utara. Sebagian besar burung ini bersifat endemik dan memiliki daerah sebaran yang terbatas. Oleh karena itu cukup rawan terhadap kepunahan.

Burung Tanager hidup mengelompok di cabang dan ranting pohon dengan berburu serangga, mencari buah-buahan, biji-bijian dan nektar. Satu kelompok terdiri dari sepasang jantan-betina beserta anak-anaknya. Kadang-kadang bersifat soliter. Burung muda cenderung mengelompok sesuai dengan gendernya. Burung ini memiliki kicauan yang biasa-biasa saja.

Tanager memiliki pola warna yang bermacam-macam, mulai dari 2 warna, merah dan hitam yang sangat cantik seperti Tanager Scarlet (Gambar 6 tengah), hingga yang berpola warna kompleks seperti Tanager dewata ( Gambar 6 kanan). Sayap pendek dan bundar dengan ekor sempit. Bentuk tubuh Tanager tergolong klasik. Mirip burung bondol/pipit atau burung gereja Erasia (Passeriformes).

Gambar 13. Burung Tanager adalah keluarga burung berkicau dari benua Amerika. Burung kecil ini dikenal memiliki warna bulu yang sangat indah. Searah jarum jam:  Tanager kepala hijau Tangara seledon asal Brazil tenggara (kiri atas), Tanager Scarlet Piranga olivacea asal Amerika utara (tengah), Tanager Dewata Tangara chilensis asal hutan Amazon (kanan) dan Tanager gunung sayap biru Anisognathus somptuosus asal Amerika selatan (kiri bawah). Sumber: Wikipedia.

Tanager bersifat monogami atau poligami. Sarang umumnya dibuat di cabang dan ranting pohon atau vegetasi lebat dengan dedaunan yang rimbun dan rapat. Satu sarang memuat 3-5 butir telur yang dierami betina hingga menetas. Jantan dan betina bersama-sama merawat dan memberi makan anak burung yang masih lemah dan belum mandiri.

9. Raja-Udang (Halcyonidae dan Alcedinidae)

Raja udang termasuk burung berukuran kecil atau sedang dengan tampilan menawan. Paruhnya besar, meruncing dan tajam. Kepala berukuran lebih besar dibandingkan badannya yang terlihat mungil. Ekor biasanya pendek. Seluruh tubuh berwarna menyolok dan cemerlang, didominasi oleh warna hitam, biru, ungu, merah, jingga, coklat dan warna lainnya. Kaki dan sayap juga pendek. Meskipun begitu, Raja udang dikenal sebagai burung yang pandai berenang, menyelam dan terbang cepat.

Berdasarkan habitatnya, burung ini dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu: Raja udang sungai (Alcedinidae), Raja udang pohon (Halcyonidae) dan Raja udang perairan (Cerylidae).

Gambar 14. Beberapa spesies burung Raja Udang (Kingfisher) terindah. Raja-udang Jawa Halcyon cyanoventris (kiri). Burung ini termasuk endemik Pulau Jawa yang berhabitat di daerah hutan bakau. Raja udang berkepala Abu-abu Halcyon leucocephala tersebar luas di Afrika (tengah kiri), Raja-udang Meninting Alcedo meninting memiliki sebaran luas di Asia Selatan dan Tenggara (tengah kanan), Raja-udang dada biru Halcyon malimbica asal Gambia Afrika Barat (kanan).

Burung Raja Udang umumnya tersebar di wilayah hutan tropis. Makanannya bervariasi mulai dari ikan, serangga hingga reptil kecil seperti kadal. Burung ini mencari makanan dengan terbang secepat kilat menyambar mangsa menggunakan paruhnya yang runcing dan kokoh.

Selain mahir menyambar mangsa di darat dan di udara, raja udang juga sangat lihai menyergap mangsa yang ada di bawah air. Sesaat setelah mendeteksi mangsa dan memperkirakan jaraknya, burung ini akan terbang cepat, menukik, lalu terbang cepat menghujamkan tubuhnya ke dalam air. Ikan yang tak sada,r umumnya disergap dengan cepat, lalu dibawa ke cabang pohon atau di tempat bertengger untuk di santap.

Raja udang termasuk burung monogami dan membuat sarangnya dalam lubang-lubang tanah di tebing sekitar tepi sungai. Pejantan,  sangat agresif mempertahankan wilayahnya dari pejantan lain. Seringkali, pertempuran yang terjadi di antara pejantan berakibat fatal bagi salah satu burung, dikarenakan luka yang dalam, akibat hujaman paruh runcing yang bertubi-tubi.

10. Gouldian Finch (Suku Estrildidae)

Gouldian Finch adalah salah satu spesies burung paling berwarna-warni di dunia. Pola warna yang kontras dari burung mungil ini menjadikannya sebagai satwa peliharaan yang populer. Kerabat burung bondol ini merupakan spesies endemik yang memiliki sebaran terbatas di Australia utara. Populasi burung ini terus menurun yang akibat terbakarnya habitat (musim kering) dan alih fungsi lahan, paparan penyakit dan sebab-sebab lainnya. Dia alam liar,  Gouldian Finch berada di ambang kepunahan.

Gambar 15. Gouldian Finch Erythrura gouldiae, salah satu jenis burung dengan warna-warni sangat kontras, didaulat oleh hobiis sebagai salah satu burung peliharaan terindah di dunia. Spesies ini memiliki daerah sebaran terbatas di Australia Utara dengan status terancam punah.

Gouldian Finch cenderung hidup lebih soliter dibandingkan dengan burung bondol. Namun, burung ini seringkali bergabung dengan bondol dari jenis lain saat mencari makan. Dengan bergabung bersama dan membentuk sebuah kawanan besar, Gouldian Finch yang berwarna sangat menyolok ini akan lebih aman dari sergapan pemangsa.

Makanan utama Gouldian Finch adalah biji-bijian dari rumput liar seperti Sorghum dan jenis rumput penghasil biji lainnya. Burung ini juga diketahui memakan serangga. Pejantan dikenal memiliki tarian ritual yang indah saat musim kawin. Sarang dibuat di pohon yang dekat dengan sumber air. Betina akan bertelur sebanyak 4-8 butir dengan masa pengeraman 19-23 hari. Anak burung akan mandiri setelah berumur 40 hari dari semenjak ditetaskan.

11. Merpati Hutan (Suku Columbidae)

Merpati hutan termasuk burung pemalu yang sulit diamati. Umumnya hidup berkelompok di dahan-dahan pohon tinggi dalam hutan yang lebat. Hijau adalah warna bulu yang paling umum dan dapat ditemukan pada hampir semua jenis merpati hutan. Burung ini sering bertengger di pohon-pohon besar yang sedang berbuah terutama pohon ara/bayan (beringin). Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi pusat penyebaran jenis-jenis merpati hutan di dunia. Sebagian spesies merpati hutan ini bersifat endemik dan tidak ditemukan di tempat lain.

Gambar 16. Walik Elok Ptilinopus pulchellus (kiri atas), Walik Kepala Ungu Ptilinopus porphyreus (tengah atas) endemik Indonesia, Walik Orange Ptilinopus victor (kanan atas) endemik negara Fiji, Merpati biru Seychelles Alectroenas pulcherrima (kanan bawah), Walik emas Ptilinopus luteovirens endemik Fiji (tengah bawah), Walik multiwarna Ptilinopus perousii asal Samoa, Fiji dan Tonga (kiri bawah).

Berbeda dengan merpati peliharaan, sosok merpati hutan seringkali lebih indah dan berwarna warni seperti tampak pada Gambar 16. Masyarakat nusantara mengenal beberapa kategori merpati hutan berdasarkan karakteristik tubuhnya. Beberapa diantaranya adalah  junai (genus Caloenas: 35-45 cm), punai (Treron: 20-30 cm), pergam ( Ducula: 35-50 cm), walik (Ptilinopus: 20-35 cm), delimukan (Gallicolumba: 30-35), mambruk (Goura: 60-75 cm). Selain itu ada juga, perkutut (Stigmatopelia: 20-35 cm), tekukur (Geopelia: 15-25 cm), dederuk (Streptopelia: 25-35 cm) dan derkuku/uncal (Macropygia: 25-50 cm).

Gambar 17. Beberapa merpati asli Nusantara memiliki bentuk tidak biasa dengan ukuran tubuh yang besar. Junai Mas Caloenas nicobarica yang suka tinggal di pulau-pulau kecil (kiri). Delimukan Dewata Otidiphaps nobilis, merpati unik dengan perilaku menyerupai pheasant (tengah). Mambruk Ubiaat Goura cristata, salah satu jenis merpati terbesar di dunia, endemik Indonesia (kanan).

12. Burung Madu (Nectariniidae)

Burung Madu adalah burung mungil yang cantik. Tubuhnya didominasi oleh warna-warni yang menarik. Bahkan, seringkali burung madu tampak berkilau di bawah terpaan cahaya mentari. Mungkin karena itulah dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sunbird. Berbeda dengan jenis burung lainnya, burung madu memiliki paruh melengkung panjang dengan ujung yang runcing. Paruh ini digunakan untuk mengisap sari madu yang terdapat di dalam kelenjar madu bunga. Burung madu juga diketahui memangsa laba-laba.

Burung madu seringkali terbang cepat diantara semak dan perdu berbunga. Meskipun mungil, burung ini tergolong agresif mempertahankan teritorinya dari burung lain. Burung ini bersifat monogami. Sarang umumnya ditempatkan di cabang ranting atau pohon yang tersembunyi dari predator. Sarangnya terbuat dari daun dan ranting kecil yang direkatkan dengan jaring laba-laba.

Burung Madu termasuk salah satu jenis burung yang dicari oleh fotografer untuk dijadikan obyek foto ataupun oleh pengamat burung dalam kegiatan birdwatching. Salah satu jenis burung madu, yaitu: burung madu Sepah-Raja dikenal sebagai burung nasional negeri seberang, Singapura. Beberapa jenis burung Madu dapat dilihat pada Gambar 18 di bawah ini.

Gambar 18. Beberapa jenis burung madu. Burung Madu elok Nectarinia bella endemik Filipina (kiri atas), Burung Madu Raja Nectarinia regia asal Afrika (kanan atas), Burung Madu Sriganti Nectarinia jugularis (kanan bawah) asal Asia Tenggara, Burung Madu Sepah-Raja Aethopyga siparaja asal Asia Tenggara.

Demikian, beberapa jenis burung-burung paling indah yang penulis rangkum dari berbagai sumber. Mungkin ada beberapa jenis burung lain yang terlewat dari daftar di atas. Namun pada akhirnya, kita dapat menyadari betapa maha kuasanya Allah  dalam menciptakan segala sesuatu. Satu pertanyaan masih menggantung di benak kami. Menurut sahabat, jenis burung apakah yang paling indah ?.

Gambar 8. Aneka burung Paruh Bengkok. Macaw leher biru Ara glaucogularis endemik Bolivia (kiri atas), Betet/Parkit Emas Guaruba guarouba. Daerah sebaran di utara Brazil/Amazon. Termasuk salah satu jenis parkit termahal (tengah atas). Nuri Raja Australia Alisterus scapularis adalah nuri endemik Australia Timur (kanan atas). Eastern Rosella Platycercus eximius, termasuk kakatua yang cerdas dengan warna paling menyolok. Endemik Australia dan Tasmania (kanan bawah). Nuri Bayan betina Ecletus roratus, tersebar luas di Sumba, Papua, Kepulauan Solomon dan Australia. Betina berwarna lebih menyolok dibandingkan jantan (tengah bawah). Macaw Hyacinth Anodorhynchus hyacinthinus, burung paruh bengkok terbesar di dunia, memiliki daerah sebaran terbatas di sekitar  hutan Amazon. Burung ini terancam punah karena degradasi habitat dan perburuan ilegal. Burung ini juga termasuk salah satu hewan peliharaan yang paling populer (kiri bawah).
About these ads
This entry was posted in Fauna and tagged , , . Bookmark the permalink.